long covid 19
February 18, 2021

Homecare24.id – Banyak penyintas Covid 19 yang merasakan kondisi tubuhnya tidak sehat 100% setelah dinyatakan sembuh. Ada saja beberapa gejala sakit yang masih dirasakan meski tidak separah saat masih dalam kondisi positif Covid 19. Fenomena orang masih merasakan sisa gejala Covid 19, meski telah sembuh, atau yang disebut dengan LongCovid. Sisa gejala yang dirasakan tersebut dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun psikis penderita. Bahkan gejala ini pun bisa dirasakan selama mingguan hingga bulanan.

Baca juga : Sudah Jaga Protokol Kesehatan, Kok Masih Kena Covid-19?

Walau masih merasakan gejala, bukan berarti orang yang mengalami LongCovid masih terinfeksi dan dapat menularkan ke orang lain. Orang tersebut hanya menderita efek jangka panjang akibat sudah pernah terinfeksi Covid 19.

Ada berbagai jenis gejala dari LongCovid. Namun beberapa gejala yang sering dirasakan adalah mudah kelelahan, kesulitan untuk bernapas, nyeri sendi, anosmia (hilangnya penciuman), nyeri dada, batuk dan lainnya.

Yang Berisiko LongCovid

Sebelumnya, berdasarkan survey yang dilakukan CDC (Centers for Disease Control), lembaga kesehatan di Amerika, ada beberapa faktor yang mempengaruhi orang menderita LongCovid. Faktor tersebut antara lain memiliki tekanan darah tinggi, obesitas/kegemukan, memiliki penyakit penyerta asma, atau mengalami lebih dari 5 jenis gejala yang berbeda saat menderita Covid 19. Namun kini mereka yang tidak memiliki penyakit bawaan juga banyak yang mengalami LongCovid.

Meski tidak semua penyintas Covid 19 akan mengalami LongCovid, namun pola serupa yang mengalami LongCovid terlihat di seluruh dunia. Sebuah penelitian di Italia menyebutkan 87,4% dari 143 pasien positif Covid-19 mengalami gejala LongCovid meski sudah dinyatakan sembuh. Penelitian di Irlandia menemukan sekitar 50% pasien Covid-19 masih mengeluh kelelahan yang tidak biasa selama 10 minggu setelah dinyatakan sembuh.

Mengapa tidak  hanya sebagian orang saja yang mengalami LongCovid ? Berdasarkan penelitian di King’s College London, Inggris, ada kemungkikan LongCovid berkaitan dengan kemampuan sistem imun seseorang yang berbeda-beda dalam melawan infeksi Covid 19. Apalagi ternyata LongCovid bisa dialami semua orang yang terinfeksi Covid-19 mulai dari yang gejala ringan, sedang hingga berat.

LongCovid Perlu Diwaspadai

LongCovid perlu diwaspadai karena gejala ini tidak memilih-milih, dapat menyerang pria atau wanita, muda hingga orang tua. Bahkan LongCovid dapat menyebabkan peningkatan risiko masalah kesehatan sampai kerusakan organ seperti  jantung, paru, otak, sendi & otot serta kesehatan mental.

Namun andaikan mengalami LongCovid, tidak perlu panik. Yang perlu dilakukan yaitu tetap tenang, dan lakukan beberapa hal, seperti latihan pernapasan, kendalikan stress, lakukan aktivitas fisik/berolaharga secara bertahap, konsultasi dengan dokter jika kondisi tambah berat.

Bisa Pulih Seperti Sediakala ?

Ada anggapan bahwa mereka yang sudah terpapar Covid 19 terutama dengan gejala sedang hingga berat, akan terus mengalami LongCovid. Benarkah demikian? Apakah LongCovid tidak bisa disembuhkan ?

“Sampai saat ini belum ada riset besar untuk melihat seberapa persen LongCovid ini reversible atau kembali seperti kondisi awal,” ujar dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto, sebagaimana dikutip dari Liputan6.com. Lebih lanjut dokter yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia ini mengungkapkan bahwa ada beberapa pasien Covid 19 yang kondisinya bisa kembali pulih sepenuhnya setelah dinyatakan sembuh, tapi ada juga yang tidak.

Berdasarkan pengalamannya, Agus mengungkapkan bahwa dia memiliki pasien yang usai sembuh, lalu menjalankan terapi untuk mengatasi gejala sisa pasca Covid 19. Dalam tiga bulan fungsi parunya yang tadinya hanya 48 persen bisa pulih hingga 78 persen. Namun dia mengungkapkan juga ada pasieng yang bisa pulih sempurna.

Baca juga : Hasil Swab Antigen / PCR Negatif, Kok Tetap Positif Covid-19?

Menurut Agus, pemulihan pasien dari gejala LongCovid, khususnya pada paru, juga tergantung dari derajat Covid 19 yang dialaminya. Pada umumnya, mereka yang terkena Covid 19 dengan tingkat ringan atau tidak bergejala, tidak akan menimbulkan LongCovid atau setidaknya efek jangka panjangnya tidak ada. Tetapi bagi yang bergejala sedang hingga, berat, bahkan kritis, itu yang biasanya akan muncul terjadinya gejala LongCovid berkepanjangan.

Jadi apakah LongCovid bisa benar-benar bisa sembuh sepurna? “Memang dikatakan dalam bebeapa jurnal sekitar 20 sampai 30 persen penderita Covid 19 itu tidak bisa kembali normal, tetapi sebagian atau sekitar 70 persen dikatakan bisa normal,” ujarnya.

Agus juga menambahkan, Covid 19 merupakan penyakit baru, tentu masih dibutuhkan lebih banyak riset terkait efek jangka panjang usai seseorang terkena virus corona. Namun sayangnya, Agus mengatakan bahwa sejauh ini, belum ada riset mengenai fenomena LongCovid yang terjadi pada penyintas Covid 19 di Indonesia. Jadi kesimpulannya, lebih baik mencegah daripada terlanjut terpapar dan pada akhirnya akan menderita LongCovid yang berkepanjangan.