vaksin covid 19 di indonesia
March 4, 2021

Informasi lengkap seputar vaksin Covid 19 di Indonesia yang akan terus diupdate

Program vaksin Covid 19 saat ini sedang berjalan. Ini merupakan salah satu untuk melawan pandemi yang belum juga selesai. Dengan disuntikkannya vaksin Covid 19, maka tubuh diharapkan akan memiliki imunitas atau kekebalan melalui pembentukan antibodi yang nantinya akan melawan virus.

Namun sejumlah keraguan masih membayangi vaksin Covid-19. Terutama soal keampuhan dan keamanan vaksin. Ini lantaran Covid-19 merupakan jenis penyakit baru, jadi vaksinnya juga baru pertama kali dibuat dan belum teruji secara masal. Hal itu yang akhirnya memunculkan berbagai pertanyaan seputar vaksin Covid-19.

Baca juga : Setelah Divaksin, Pasti Aman dari Covid-19?

 

Agar bisa memperoleh informasi yang lengkap dan benar, berikut jawaban dari berbagai pertanyaan seputar vaksin Covid19 di Indonesia :

  1. Bagaimana cara kerja vaksin Covid 19 ?

Vaksin dibuat dengan cara meniru virus yang akan dilawan di dalam tubuh. Vaksin akan menghasilkan antibodi yang nantiny akan membangun kekebalan tubuh terhadap virus penyakit tertentu. Cara pemberian vaksin Covid-19 sama seperti kebanyakan vaksin lainnya, yaitu dengan disuntikkan ke dalam tubuh. Agar Vaksin Covid 19 bisa optimal dalam membentuk antibody, maka dibutuhkan dua kali penyuntikan dengan selang waktu sekitar 14 hari.

Penyuntikan pertama vaksin Corona bertujuan untuk merangsang sistem imun tubuh agar dapat membentuk antibodi untuk melawan virus Corona. Dan pada penyuntikan vaksin yang kedua bertujuan untuk menghasilkan antibody yang lebih lebih tinggi jadi bisa ampuh melawan virus penyebab Covid 19.

2. Berapa lama perlindungan vaksin bisa bertahan?

Berdasarkan pendapatan yang disampaikan WHO (World Health Organisation), masih bisa dipastikan sepenuhnya berapa lama antibody dari vaksin Covid19 bisa bertahan di dalam tubuh melawa virus.

Namun menurut informasi untuk vaksin Sinovac yang saat ini digunakan di Indonesia, antibodi yang diciptakan dari vaksin asal Cina ini masih akan tetap tinggi dan bisa bertahan dalam waktu 3 bulan setelah terbentuk di dalam tubuh. Namun, hingga kini belum ada informasi yang memastikan sepennuhnya berapa lama kekebalan tubuh tersebut dapat bertahan di dalam tubuh.

Baca juga : Kapan Bisa Dapat Suntik Vaksin Covid 19 ? Ini Jadwalnya!

Antibodi akan akan benar-benar terbentuk sekitar satu hingga dua minggu setelah pemberian vaksin kedua,  ketika vaksin bisa memberikan respons kekebalan yang cukup untuk mencegah kasus Covid-19. “Tubuh yang sudah diberi vaksin akan membuat antibodi dalam beberapa minggu untuk melindungi dari infeksi atau mempertahankan diri dari serangan virus, sehingga dapat mengurangi atau mencegah gejala yang parah, jika ada,” kata dokter Daniel B. Fagbuyi, MD dari Obama Administration Biodefense and Public Health Appointee.

3. Apakah ada efek sampingnya?

Setelah penyuntikan vaksin Covid19 ada sebagian yang merasakan beberapa efek samping, seperti rasa nyeri di area suntikan, badan terasa lelah, sakit kepala, nyeri otot, demam dan lainnya. Namun untuk efek samping yang parah jarang terjadi. Selain itu efek samping ringan itu juga akan segera sembuh dalam waktu satu atau dua hari.

4. Siapa saja yang akan diberi vaksin?

Pemerintah Indonesia menetapkan beberapa kelompok prioritas untuk bisa mendapatkan vaksin di tahap awal. Selain itu setiap orang yang akan divaksin akan diperiksa terlebih dahulu kesehatannya, jadi harus benar-benar sehat dan tidak memiliki penyakit bawaan.

5. Apakah vaksin Covid-19 aman?

Pertanyaan ini sering kali muncul. Faktanya, survei yang dilakukan oleh Pew Research Center mengungkapkan 78% orang mengkhawatirkan kemunculan vaksin yang begitu cepat tanpa sepenuhnya memastikan keamanan dan keefektivannya. Ini karena biasanya prosesnya dari penelitian hingga uji coba vaksin memakan waktu sekitar 5–10 tahun, sementara vaksin Covid19 berhasil dibuat dalam waktu sekitar 8 bulan, sehingga terkesan terburu-buru.

Baca juga : Setahun Covid 19 di Indonesia, Sudahkah Membaik?

Cepatnya pembuatan vaksin Covid19 karena sudah menggunakan teknologi “baru” yang disebut mRNA. Teknologi ini digunakan vaksin Pfizer dan Moderna. Meskipun beberapa vaksin tertentu yang masih baru, sebenarnya telah dikembangkan dan dipelajari selama bertahun-tahun. Dengan kata lain, hal yang benar-benar baru disini yaitu genetik khusus Covid-19.

Dan dalam pembuatan vaksin Covid-19 dipastikan telah melalui praktik untuk memastikan keamanannya. Komisaris FDA (Food and Drugs Administration) Stephen Hahn baru-baru ini mengatakan kepada USA Today, “Ada beberapa langkah dalam proses otorisasi vaksin.

6. Apakah setelah divaksin berarti aman dari Covid-19?

Belum tentu dan tidak bisa dipastikan sepenuhnya. Ini karena tidak ada vaksin yang benar-benar 100% menjamin keampuhannya. Jadi harus tetap menjaga protokol kesehatan sampai mencapai tingkat keyakinan yang tinggi bahwa sudah banyak orang yang divaksin dan sudah mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

7. Vaksin Covid19 apa saja yang digunakan di Indonesia?

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada empat vaksin yang dipakai dalam program vaksinasi di Indonesia yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavac. Kenapa Cuma keempat vaksin ini? Menurutnya, pertimbangan utamanya adalah masalah akses. “Masalah suplainya. Vaksin ini seluruh dunia rebutan. Temen-temen tahu banyak negara Asean belum dapet. Australia mungkin baru mulai vaksinasi. Jepang saja baru mulai. Tetangga-tetangga kita banyak yang belum mulai,” kata Menkes Budi.

8. Apakah vaksin Covid19 bisa memperbesar Mr P?

Kabar mengenai vaksin Covid19 bisa memperbesar penis berawal dari tersebarnya sebuah jurnal vaksin COVID-19 dalam bahasa Inggris yang mengungkapkan vaksinasi bisa memperpanjang ukuran penis hingga 5-7 sentimeter. Namun hal ini dibantah oleh ahli urologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr Agus Rizal A H Hamid, SpU juga yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi, sebab tidak ada hubungannya vaksin dengan penis.

9. Apakah vaksin Covid19 bisa menyebabkan kemandulan ?

Selain itu juga muncul informasi soal vaksinasi Covid19 yang bisa menyebabkan kemandulan. Dan ternyata ini hanya hoax semata. Ini dibantah oleh  Direktur program imunisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Kate O’Brien, yang menegaskan vaksin Covid19 tidak bisa menyebabkan kemandulan. “Ini adalah rumor lama yang sering muncul juga pada banyak vaksin lain dan selama ini tidak pernah terbukti kebenarannya,”

10. Seberapa bahaya vaksin Covid19 B117 jenis baru ?

Setelah pertama kali muncul di Inggris, virus Covid 19 jenis baru B117 kini sudah masuk ke Indonesia. Para peneliti menyatakan jenis virus Corona terbaru ini lebih bisa menginfeksi atau lebih menular hingga 40 – 70 persen dibandingkan virus yang sekarang. “Ini karena varian virus baru ini lebih cepat menyebar. Hal itu bisa menyebabkan timbulnya lebih banyak kasus dan semakin membebani sistem perawatan kesehatan,” ujar Dr Henry Walke dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

11. Apakah vaksin yang saat ini digunakan bisa melawan virus Covid19 B117 jenis baru ?

Menurut pakar kesehatan dari Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil, vaksin Sinovac yang saat ini digunakan masih efektif dalam menangkal varian baru virus Corona, B117. Setidaknya untuk setahun ke depan.

12. Akankah vaksin bisa mengakhiri pandemi?

Yang perlu disadari vaksin tidak seketika memusnahkan pandemic, ini karena ada proses distribusi yang panjang. Apalagi seperti di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang banyak, mencapai 260 juta jiwa.

Ahli alergi dan imunologi di NYU Langone, Purvi Parikh, MD, mengatakan diperlukan waktu berbulan-bulan bagi cukup banyak orang untuk divaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok yang kami butuhkan untuk mengurangi penularan secara signifikan. “Meskipun vaksin ini memiliki tingkat keampuhan yang sudah di atas standar, tetapi tidak 100 persen efektif. Anda masih bisa sakit, meskipun mudah-mudahan lebih ringan. Serta tetap bisa menularkannya kepada orang lain yang berisiko. Jadi, tetap harus hati-hati. ”

“Sembari menunggu vaksin Covid19 dan bahkan sampai vaksinnya ada nanti, kita harus terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan dengan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman.” Tambah dr Dirga Sakti Rambe MSc SpPD, seorang vaksinolog. Kombinasi pemberian vaksin dan tetap mematuhi protokol kesehatan menjadi cara lebih jitu untuk segera menyudahi pandemi ini. Ingat Covid 19 masih ada, tetap waspada! Selalu jaga kesehatan dan sistem imun tubuh.