tes serologi untuk tau antibodi Covid 19
March 23, 2021

Antibodi vaksin Covoid-19 yang terbentuk bisa menurun setelah beberapa lama.

Tujuan dari vaksinasi adalah agar terbentuk anti bodi di dalam tubuh untuk melawan virus, bakteri, dan penyebab penyakit lainnya, termasuk virus Corona. Apakah setelah mendapatkan vaksinasi berarti kebal dari infeksi Covid-19? Mungkin sebagian orang merasa begitu, karena setelah divaksin merasa tubuhnya sudah mampu membentuk antibodi untuk melawan Covid-19.

Setelah Vaksin Kebal Covid-19?

Padahal ada beberapa faktor terkait vaksin Covid-19 yang perlu diperhatikan, karena tetap bisa memungkinkan risiko terinfeksi. Diantaranya yaitu faktor nilai efikasi vaksin Covid-19, yaitu seberapa efektif vaksin ini mampu membentuk antibodi untuk melawan virus.

Berbagai vaksin Covid-19 yang beredar saat ini belum ada yang mencapai 100%. Seperti vaksin Sinovac yang saat ini sedang digunakan di Indonesia, nilai efikasinya berada di angka 65%. Namun ini sudah memenuhi standar WHO (World Health Organisation) yang menetapkan minimal 50% untuk kebutuhan darurat. Selain itu, setelah divaksin tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk antibodi, itupun setelah vaksinasi kedua. Tubuh butuh waktu 14-28 hari setelah vaksinasi terakhir untuk membentuk antibodi.

Baca juga : Mengalami Efek Samping Vaksin Covid 19? Ini Yang Harus Dilakukan!

Antibodi termasuk dalam sistem imun tubuh. Fungsi penting dari anti bodi adalah melindungi tubuh dari serangan antigen seperti virus, bakteri, dan zat asing yang dapat menyebabkan penyakit.

Selain itu, anti bodi yang terbentuk juga tidak akan bertahan selamanya. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah mengungkap antibodi dari vaksin Sinovac diperkirakan hanya mampu bertahan hingga 12 bulan. Ini lantaran tingkat antibodi karena vaksin Sinovac kemungkinan turun dalam tempo berbulan-bulan setelah seseorang divaksinasi. 

Mengetahui Antibodi di Tubuh

Lalu bagaimana kita bisa mengetahui antibodi di tubuh sudah terbentuk dengan baik untuk melawan virus Corona penyebab Covid-19?

Setelah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 , bisa saja diperlukan langkah lanjutan berupa uji kuantitatif serologi atau tes Serologi. Tujuannya untuk mengetahui respons kekebalan tubuh atau anti bodi setelah mendapatkan suntik vaksin Covid-19.

Tes Serologi berguna untuk mengetahui kadar antibodi dalam tubuh, termasuk yang diperoleh dari vaksinasi. Mereka yang sudah divaksin Covid-19 diperbolehkan untuk memeriksa antibodi setelah menerima vaksin.

Baca juga : Tanya Jawab Vaksin Covid 19 , Update!

Uji kuantitatif serologi ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel darah yang berfungsi mengidentifikasi patogen di dalam tubuh. Uji kuantitatif serologi berbeda dengan rapid test serologi yang menggunakan metode kualitatif, yaitu menunjukkan apakah hasil tes reaktif atau nonreaktif. Pada metode serologi kuantitatif berfungsi untuk mengecek imun tubuh setelah vaksinasi. Metode ini akan membantu memberikan hasil nilai anti bodi seseorang secara akurat sehingga pasien bisa mengetahui bagaimana respons imun tubuhnya terhadap Covid-19.               

Namun juga tidak sembarang melakuian tes antibodi. Untuk mendapatkan hasil tes yang optimal, disarankan dilakukan tes antibodi pada 28 hari hingga 35 hari setelah menerima dosis kedua vaksin Covid-19.

Tingkat akurasi pemeriksaan anti bodi tersebut, kata dr Muhammad, dipengaruhi oleh seberapa sensitif dan spesifik alat dan metode ini mampu mendeteksi antibodi spesifik dari SARS-CoV-2. “Dari hasil uji yang ada, didapatkan tingkat spesifik pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS-CoV-2 bisa mencapai 99 hingga 100 persen.

Gunanya Tes Serologi

Tes serologi kuantitatif ini ada memiliki tiga kegunaan, yaitu :

  • Setelah vaksin Covid-19

Bagi yang telah vaksinasi Covid-19, dengan melakukan tes serologi maka dapat mengetahui apakah tubuh sudah memiliki imun atau belum memiliki anti bodi Covid-19.

  • Setelah sembuh dari Covid-19

Bagi penyintas Covid-19 atau yang sudah sembuh dari Covid, bisa melakukan tes serologi untuk mengetahui apakah antibodi yang terbentuk secara alami akibat sudah terinfeksi Covid-19, dapat memproteksi dirinya atau masih bisa terkena kembali.

  • Terapi plasma konvaselen

Tes serologi juga berguna sebagai terapi plasma konvaselen, yaitu sebagai pendonor (orang yang sembuh dari Covid-19 dan sudah diuji dengan hasil negatif) bagi penderita/pasien Covid-19.

Bagi Anda yang membutuhkannya, Homecare24 menyediakan layanan Tes Serologi.