March 24, 2021

Ada ‘celah’ Covid-19 masih bisa menginfeksi meski setelah vaksin

Setelah vaksin banyak orang yang menyangka tubuhnya sudah kebal terhadap penularan Covid 19. Padahal ada beberapa kondisi di mana virus Corona masih bisa menginfeksi ke tubuh orang yang sudah divaksinasi.

Setelah divaksin , memang tubuh akan membentuk antibodi yang bertugas untuk melawan virus, bakteri dan lainnya yang bisa menyebabkan penyakit. Namun berbeda dengan vaksin Covid 19 yang terbilang baru, keampuhan vaksin ini masih belum terjamin 100%. Belum lagi ada berbagai celah kondisi yang memungkinkan risiko tertular Covid 19 masih bisa terjadi. X`

Penyebab Risiko Tertular Setelah Divaksin Covid-19

Ada beberapa penyebab yang membuat seseorang yang sudah vaksin tetap bisa tertular Covid 19. Setidaknya menurut Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, yang dilansir dari Liputan6, ada beberapa hal mengapa orang yang sudah vaksinasi masih bisa kena Covid-19.

  • Jeda Vaksin Pertama dan Kedua

Vaksinasi Covid-19 dikatakan sudah selesai jika sudah mendapatkan suntikan pertama dan kedua. Di mana antara pemberian vaksin pertama dan kedua ada jeda sekitar 28 hari. Dan jika dalam jeda waktu ini orang yang setelah vaksin pertama tidak menjaga protokol kesehatan, maka mungkin saja bisa tertular Covid-19.

Baca juga : Cara Mengetahui Antibodi Yang Terbentuk Setelah Vaksin Covid-19

Hal ini terjadi karena dosis pertama vaksin baru sebatas bertujuan untuk memicu respons kekebalan awal agar tubuh mengenali virus. “Setelah vaksin pertama belum ada kekebalan hingga dua minggu menuju dosis vaksin kedua. Kalau pun ada, sangat rendah. Jadi, sangat rawan tertular,” kata Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Profesor Hindra Irawan Satari.

  • Belum Terbentuk Antibodi

Kekebalan tubuh karena pembentukan antibodi baru akan terjadi dengan baik beberapa waktu setelah vaksin Covid-19 yang kedua kali. Setelah suntikan vaksin pertama, belum cukup untuk membentuk antibodi dalam tubuh.

“Kemungkinan seseorang positif Covid 19 sesudah disuntik vaksin adalah karena memang belum ada cukup antibodi sehingga masih mungkin tertular,” ujar Tjandra. Ini terutama setelah pemberian suntikan pertama.

Pun begitu setelah mendapatkan suntikan vaksin yang kedua, tubuh tidak serta-merta langsung membentuk antibodi untuk kekebalan menangkal virus Corona. Menurut ahli imunologi Profesor Iris Rengganis, butuh waktu untuk pembentukan antibodi setelah vaksin yang kedua, yang tiap orang bisa berbeda. ” Butuh waktu sekitar 14-28 hari setelah vaksin kedua, dan pembentukan antibodi tiap orang berbeda,” kata Iris, seperti dilansir dari CNNIndonesia.

  • Efikasi Vaksin Belum 100%

Kemungkinan seseorang yang meski sudah divaksin tetap bisa positif Covid-19 adalah terkait efikasi dari vaksin. Seperti diketahui, vaksin Covid-19 yang beredar di berbagai negara di dunia saat ini tidak ada yang memiliki efikasinya mencapai 100 persen. Ini artinya tidak ada vaksin Covid-19 yang menjamin mampu memberi perlindungan 100 persen terhadap penularan Covid-19.

Baca juga : Mengalami Efek Samping Vaksin Covid 19? Ini Yang Harus Dilakukan!

Angka efikasi ini menunjukkan seberapa besar efektifias dari vaksin dalam membentuk antibodi untuk menangkal serangan virus. Jika belum 100% berarti masih ada kemungkinan untuk tertular Covid-19. Hanya saja, jika sudah divaksin maka bisa mengurangi kemungkina sakit yang lebih berat hingga kematian. Jadi meski tertular tapi diharapkan gejalanya relatif lebih ringan daripada mereka yang tidak divaksinasi sama sekali.

  • Sudah Terinfeksi Sebelum Divaksin

Ada berbagai kejadian, beberapa orang yang positif Covid-19 tidak berapa lama setelah vaksin. Ternyata setelah diusut salah satu penyebabnya yaitu yang bersangkutan sudah terlebih dahulu terinfeksi Covid-19 sebelum mendapatkan suntikan vaksin. Misalnya, seseorang sebenarnya sudah tertular virus Corona pada tanggal 1. Kemudian tanggal 4 orang tersebut mendapatkan suntik vaksin. Dan ketika tanggal 7 merasakan gejala, langsung dites PCR, hasilnya positif.

“Sangat mungkin seseorang tertular Covid-19 setelah mendapatkan suntikan vaksin, besar kemungkinan sudah terpapar virus sebelum divaksin,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dokter Siti Nadia Tarmizi. Nadia menjelaskan hal ini terjadi karena masa inkubasi virus Covid-19 berkisar 1-14 hari berbeda-beda pada setiap orang. Rata-rata gejala muncul dalam kurun waktu 5-6 hari.