sekolah tatap muka
March 30, 2021

Rencana sekolah tatap muka harus dipersiapkan secara detil, agar benar-benar aman

Pemerintah berencana akan mulai membuka sekolah tatap muka secara terbatas di tahun ajaran baru, yaitu sekitar Juli 2021. Hal ini disampaikan oleh  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, belum lama ini.

Rencan sekolah tatap muka terbatas ini didasarkan pada alasan belajar bisa kembali efektif seperti sedia kala. Selain itu juga karena program vakinasi Covid-19 yang akan menyasar tenaga pendidik. “”Untuk memastikan di Juli bisa berlangsung sekolah tatap muka, maka semua guru-guru dan tenaga kependidikan ditargetkan selesai divaksinasi pada akhir Juni 2021” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, seperti yang dilansir dari detik.com.

Apakah Benar-benar Aman ?

Dengan target seluruh guru dan tenaga pengajar sudah selesai divaksin, apakah lantas menjadi jaminan bahwa sekolah tatap muka terbatas akan aman dari penularan Covid-19?

Menurut Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, kemungkinan anak terpapar Covid-19 terbilang rendah. “Kemungkinan tertular dan vitalitasnya untuk virus Covid-19 di usia muda, itu sangat kecil atau hampir tidak ada, jadi kalau terpapar, mereka akan sembuh dengan sendirinya,” papar Menkes Budi.

Apakah benar demikian? Bagaimana faktanya?

Dari data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19, tercatat sebanyak 13,57 persen atau 181.637 anak usia sekolah terinfeksi virus Corona. Terbanyak memang pada usia SD yaitu 7-12 tahun. Begitu juga pada usia SMA yang tercatata ada  45 ribu lebih anak terpapar. “Ini perlu menjadi perhatian kita semua, kita tetap harus menjaga mereka sehat dan produktif belajar,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, sebagaimana dilansir dari detik.com.

Baca juga : Ini Penyebab Setelah Vaksin Masih Bisa Tertular Covid 19

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19, berikut ini sebaran kasus terpapar Covid-19 pada usia anak sekolah:

  • 0-2 tahun (PAUD) : 23.934 orang
  • 3-6 tahun (TK) : 25.219 orang
  • 7-12 tahun (SD) : 49.962 orang
  • 13-15 tahun (SMP) : 36.634 orang
  • 16-18 tahun (SMA) : 45.888 orang

Lebih lanjut Wiku menjelaskan, melihat perkembangan kasus positif Covid 19 belakangan ini pada kelompok usia sekolah, memang kenaikan kasusnya relatif lebih rendah. Selain itu, tingkat fatalitas, atau sakit parah saat terpapar, pada pasien Covid-19 usia anak juga tergolong rendah. “Berita baiknya bahwa anak-anak cenderung terlindungi. Namun kita harus melihat dari angka kematian, kondisinya fluktiatif dan ada juga di usia anak sekolah,” pungkasnya.

Sebenarnya sekolah tatap muka sudah mulai dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Dan ternyata, akibat hal itu terjadi beberapa kasus Covid-19 klaster sekolah. Seperti yang dikutip dari Kompas.com (27/3/2021) kasus klaster sekolah yang terjadi di SMA yang berada di wilayah Padang Panjang. Di mana terdapat 43 siswa positif Covid-19.

Baca juga : Mengalami Efek Samping Vaksin Covid 19? Ini Yang Harus Dilakukan!

Selain itu juga terjadi kasus klaster sekolha SMA di kota Bandung, dimana ada 16 siswa yang terdeteksi positif Covid, sebagaimana dilaporakn IDN Times (26/3/2021). Ada juga informasi dari iNews (11/3/2021) yang memberitakan bahwa terjadi klaster seklah di SMK di Tasikmalaya dimana ada 20 siswa terpapar Covid-19.

Lagipula meskipun usia anak-anak memiliki imunitas yang lebih baik, dimana andaikan terpapar pun mereka mungkin tidak akan bergejala, namun mereka bisa menjadi carier atau bisa menularkan ke anggota keluarga lainnya di rumah. Itu yang juga perlu dikhawatirkan.

Anak-anak Perlu Divaksinasi

Mungkin yang juga menjadi pertanyaan, mengapa  hanya para guru dan tenaga kependidikan saja yang mendapatkan vaksinasi Covid-19? Bagaimana dengan para siswa?

Hingga saat ini, dari berbagai jenis vaksin Covid-19 yang beredar memang belum ada yang ditujukan untuk usia anak-anak. Hal ini juga dijelaskan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menyebutkan, hingga saat ini belum ada uji klinis terkait dengan anak yang dilakukan oleh seluruh pembuat vaksin.”Vaksinasi saat ini diberikan umumnya di atas usia 16 atau 18 tahun saja.” tambahnya.

Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI) juga menjelaskan sampai saat ini anak-anak masih belum jadi target vaksinasi Covid-19. Menurut organisasi ini, studi masih dilakukan untuk membuktikan keamanan dan efektivitas vaksin Covid-19 untuk anak-anak.