vaksin anak covid 19
April 1, 2021

Vaksin anak ini sudah diuji klinis dan terbukti aman dan efektif

Selama ini pemberian vaksin anak pada program vaksinasi Covid 19 masih terbatas untuk golongan usia tertentu saja. Yaitu untuk orang tua, dewasa dan remaja di usia 16-18 tahun. Sedangkan untuk usia anak-anak vaksinasi Covid 19 belum diberikan.

Alasan mengapa usia anak-anak belum dilakukan vaksinasi, karena memang vaksin untuk menangkal Covid 19 untuk usia anak-anak belum tersedia. Selama ini dari berbagai merek vaksin Covid 19 yang beredar dan sudah digunakan belum ada yang bisa diberikan untuk usia anak. Ini lantaran saat penelitian dan pengujian vaksin-vaksin tersebut, memang tidak dilakukan atau ditujukan untuk anak.

Baca juga : Sekolah Tatap Muka Segera Dimulai, Benarkah Sudah Aman dari Covid-19?

Padahal vaksinasi Covid 19 untuk anak juga terbilang penting. Mengingat kasus positif Covid 19 bahkan hingga kematian anak akibat Covid-19 cukup tinggi. Terlebih lagi, sebentar lagi akan mulai dibuka belajar tatap muka di sekolah. Di mana saat ini baru para tenaga pendidik saja yang diberi vaksin Covid-19. Sedangkan untuk anak-anak siswa tidak mendapatkan, karena memang belum ada vaksin Covid 19 yang khusus untuk anak.

Masih Terbatas

Namun ini ada kabar terbaru, produsen vaksin Pfizer dan BioNTech mengumumkan bahwa mereka sudah berhasil melakukan uji klinis vaksin Covid 19 untuk anak. Tapi…itu pun terbatas untuk anak pada rentang usia 12-15 tahun.

Hasil uji klinis dari vaksin Covid 19 tersebut diklaim efektif dan aman untuk menangkal virus Corona pada kelompok usia anak tersebut. Selanjutnya mereka kabarnya akan mengajukan persetujuan penggunaan vaksin Covid 19 ini pada kelompok usia 12-15. Itu pun masih belum untuk didistribusikan ke berbagai negara, tapi masih terbatas di Eropa dnan Amerika Serikat.

Baca juga : Kabar Gembira! Pendamping Lansia Bisa Dapat Vaksinasi Covid 19 Duluan

Dalam melakukan pengujian klinis pada vaksin Covid 19 ini, Pfizer mengaku melibatkan 2.260 anak dengan usia 12-15 tahun sebagai relawan. Dan hasilnya, ditemukan ada 18 kasus Covid 19 pada kelompok plasebo dan tidak ada kasus di kelompok vaksin. Dengan begitu Pfizer mengklaim vaksin buatannya ini memiliki efikasi 100 persen.

Selain itu, hasil laporan uji klinis tersebut juga menyebutkan vaksin Covid 19 tersebut dapat ditoleransi dengan baik. Ini karena efek samping yang mungkin timbul ‘tidak jauh berbeda’ dengan yang ditemukan pada orang dewasa usia 16-25 tahun. Meski Pfizer tidak merinci efek samping apa yang ditemukan pada vaksin Covid 19 buatannya itu. Sedangkan selama ini efek samping yang timbul pada orang dewasa yang sudah divaksinasi tergolong ringan-sedang. Efek samping yang rata-rata dirasakan yaitu antara lain nyeri di tempat suntikan,  sakit kepala, demam dan kelelahan atau fatigue.