bedanya masker medis palsu dan asli
April 5, 2021

Masker palsu membuat penggunanya lebih rentan tertular Covid 19

Belakangan beredar masker medis palsu di pasaran. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, karena jika salah menggunakan masker palsu bukannya terlindung dari Covid-19 justru malah sebaliknya.

Sekitar setahun lalu ketika di masa awal pandemi, sulit sekali untuk mendapatkan masker medis. Namun kini masker dengan mudahnya bisa dibeli. Sayangnya belakangan terkuak ternyata selama ini beredar masker palsu, baik yang dijual secara offline maupun online.

Baca juga : Sudah Jaga Protokol Kesehatan, Kok Masih Kena Covid-19?

Dengan beredarnya masker medis palsu ini, tentu akan membuat penggunanya rentan tertular Covid-19. Karena bahan yang digunakan untuk pembuatan masker palsu ini tidak sesuai standard kesehatan sehingga masih memungkinkan virus untuk menembus. Hal ini tentu sangat mengkawatirkan.

Padahal di masa pandemi yang belum berakhir ini, protokol kesehatan masih terus digalakkan. Termasuk salah satunya menggunakan masker dengan baik dan benar.

Jenis Masker Medis

Berdasarkan penjelasan dari Plt Dirjen Farmalkes, drg. Arianti Anaya, MKM, yang dimaksud dengan masker medis adalah masker bedah dan masker respirator. “Masker medis harus mempunyai efisiensi penyaringan bakteri minimal 95%,” ujarnyai.

 Masker bedah berbahan material berupa Non – Woven Spunbond, Meltblown, Spunbond (SMS) dan Spunbond, Meltblown, Meltblown, Spunbond (SMMS). Masker jenis ini memiliki tiga lapisan yang penggunaannya menutupi mulut dan hidung. Masker bedah hanya boleh digunakan sekali pakai saja.

Baca juga : Mengalami Long Covid Setelah Sembuh, Bisa Pulih Sepenuhnya?

Sedangkan masker respirator atau biasa disebut masker N95 atau KN95 biasanya menggunakan lapisan lebih tebal berupa polypropylene, lapisan tengah berupa elektrete / charge polypropylene. Masker jenis ini memiliki kemampuan melindungi yang lebih baik dibandingkan dengan masker bedah. Biasanya masker respirator ini digunakan oleh mereka yang ingin merasa lebih aman, misalnya yang kontak langsung dengan pasien Covid 19.  Juga digunakan untuk perlindungan bagi tenaga kesehatan.

Membedakan Masker Palsu dan Asli

Beredarnya masker palsu tentu sangat meresahkan. Kita jadi mulai perlu waspada saat membeli masker. Jangan sampai masker yang dibeli merupakan masker palsu, terutama untuk jenis masker medis. Lalu pertanyaannya bagaimana cara untuk membedakan masker palsu dan asli.

Menurut kata Plt Dirjen Farmalkes, drg. Arianti Anaya, MKM dalam siaran pers-nya, cara mengetahui apakah masker itu asli atau palsu yaitu dengan melihat izin edar dari Kementerian Kesehatan. “Kalau sudah mendapatkan izin edar dari Kemenkes artinya masker ini dikategorikan sebagai masker bedah atau masker N95 atau KN95 yang dikategorikan sebagai alat kesehatan,” ujarnya.

Masih menurut drg. Arianti, pada awal masa pandemi sempat terjadi kelangkaan ketersediaan masker medis, sehingga Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan kementerian lain melakukan berbagai upaya agar ketersediaan masker dapat dipenuhi. Dan akhirnya hingga saat ini sudah ada 996 industri masker medis yang sudah memiliki nomor izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Baca juga : Hasil Swab Antigen / PCR Negatif, Kok Tetap Positif Covid-19?

Bagi produk masker yang sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan, ini berarti masker tersebut telah memenuhi persyaratan mutu keamanan dan manfaat, antara lain telah lulus uji Bacterial Filtration Efficiency (BFE), Partie Filtration Efficiency (PFE), dan Breathing Resistence sebagai syarat untuk mencegah masuknya dan mencegah penularan virus serta bakteri.

Menurut drg. Arianti, selain memberikan izin edar masker, Kementerian Kesehatan juga terus melakukan pengawasan terhadap peredaran produk masker yang sudah memiliki izin edar. Oleh karena itu untuk menghindari kesalahan saat membeli masker, maka disarankan untuk membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kemenkes. Izin edar ini biasanya tercantum pada kemasan atau dapat juga diakses di infoalkes.kemkes.go.id.

“Saya menghimbau kepada seluruh tenaga kesehatan dan juga masyarakat untuk cermat memilih masker dalam menjaga diri dari penularan COVID-19. Jangan hanya tergiur dengan model atau apapun yang penting kita memilih masker yang sesuai dengan kebutuhan kita,” kata drg. Arianti. Nah, jika menemukan masker yang dicurigai tidak memenuhi standar atau masker palsu agar melaporkan melalui akses Hallo Kemkes di 1500567. Dan untuk melawan peredaran masker palsu dan ilegal, Kemenkes sudah bekerjasama dengan aparat hokum untuk menindaklanjuti.

Bagi Anda yang membutuhkan layanan berbagai kesehatan datang ke rumah, termasuk untuk layanan Tes Covid 19 atau perawatan bagi yang positif Covid 19, bisa memanfaatkan layanan dari Homecare24. Cukup dengan menghubungi Care Center via WhatsApp