efikasi vaksin sinopharm
May 7, 2021

Pemerintah menyiapkan vaksin Sinopharm yang akan digunakan untuk program vaksinasi gotong-royong. Program pemberian vaksin Covid-19 gratis untuk beberapa golongan yang menjadi prioritas, masih dilakukan hingga saat ini. Mereka yang mendapatkan prioritas vaksin gratis ini antara lain : tenaga medis, ASN, TNI/Polri, guru, tenaga pendidik,  pekerja kreatif dan lainnya.  

Baca juga : Sudah 2 Kali Divaksin Covid 19 Masih Bisa Tertular, Ini Penyebabnya!

Bagi sebagian orang yang tidak termasuk dalam golongan prioritas ini mungkin bertanya-tanya kapan giliran mereka bisa mendapatkan vaksin Covid-19. Untuk ini, pemerintah akan mengadakan program vaskinasi gotong-royong, yaitu program pemberian vaksin kepada mereka yang tidak termasuk dalam golongan prioritas. Jadi dalam program ini, pemerintah akan menyediakan vaksin Sinopharm yang bisa dibeli oleh perusahaan swasta, yang nantinya akan diberikan secara gratis kepada karyawannya.  

Mengenal Vaksin Sinopharm

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin vaksin Sinopharm. Ini merupakan vaksin Covid-19 buatan China National Pharmaceutical Group. Vaksin COVID-19 Sinopharm dikembangkan dengan platform inactivated virus, yaitu virus yang sudah dimatikan. Metode atau platform juga digunakan oleh Sinovac untuk membuat vaksin COVID-19 CoronaVac.

Vaksin Sinopharm memiliki efikasi atau tingkat efektivitas sebesar 78 persen. Nilai efikasi ini ditemukan dalam uji klinis fase 3 di Uni Emirat Arab dengan 42 ribu subjek peneliti. Selain vaksin ini juga sudah dilakukan pengukuran imunogenitas setelah 14 hari pemberian dosis kedua, dan didapatkan data bahwa vaksin ini memiliki netralitas 99,52 persen pada dewasa dan 100 persen pada lansia. Vaksin Sinopharm akan diberikan dua dosis dengan jarak 21-28 hari setelah penyuntikan pertama.

Baca juga : Ini Penyebab Positif Covid 19 Kedua Kali Meski Sudah Pernah Sembuh

“Berdasarkan hasil eval terhadap data yang kami terima dapat disimpulkan bahwa pemberian vaksin Sinopharm 2 dosis dengan selang pemberian 21-28 hari menunjukkan profil keamanan yang dapat ditoleransi dgn baik,” ujar Kepala BPOM Penny Lukito.

Vaksin Sinopharm  sudah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Vaksin ini menjadi jenis vaksin Covid-19 ketiga yang mendapat izin darurat di Indonesia, setelah vaksin Sinovac dan AstraZeneca yang sudah digunakan selama ini.

Vaksin Sinopharm  nantinya akan diadakan oleh perusahaan farmasi Kimia Farma yang ditunjuk oleh pemerintah. Selanjutnya vaksin ini akan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong, yaitu vaksinasi yang dilakukan mandiri oleh perusahaan swasta. Vaksin yang digunakan dalam program tersebut dibedakan dari vaksin yang digunakan dalam program umum yang dijalankan pemerintah, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021.

Bagaimana efek sampingnya?

Menurut Kepala BPOM Penny Lukito secara umum efek samping Vaksin Sinopharm masih  dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Kejadian efek sampingnya pun terbilang sangat jarang terjadi.

Efek samping lokal ringan (tingkat kejadian 0,01 persen):

  • Bengkak
  • Rasa sakit
  • Kemerahan.

Efek samping samping sistemik (tingkat kejadian 0,1 persen):

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Batuk.

“Jadi dari aspek keamanan adalah baik kategorinya, dapat ditoleransi dengan baik,” tutur Penny. Rencananya pemerintah akan menyediakan sebanyak 7 juta dosis vaksin untuk tahap pertama vaksinasi gotong-royong , yaitu sampai September 2001.

Beberapa perusahaan swasta dikabarkan sudah bersiap untuk membeli vaksin yang disiapkan untuk vaksinasi gotong-royong ini. Menurut Bambang Heriyanto, juru bicara vaskinasi Covid-19 Bio Farma, harga vaskin Sinopharm masih terus dibahas untuk segera ditetapkan. “Harganya diestimasi sebesar Rp500 ribu per dosis, dan harga ini sudah termasuk pelayanan.” tambahnya. Namun Bambang kembali menegaskan, harga ini masih diproses dan akan segera difinalkan.