varian baru covid 19
May 20, 2021

Meski kasus menurun, namun bahaya infeksi Covid 19 justru meningkat

Di tengah kondisi masyarakat yang makin abai, justru muncul varian baru Covid 19 yang sudah masuk ke Indonesia. Ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran. Seperti yang diungkapkan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin yang mengkhawatirkan ledakan kasus Covid-19 di Indonesia seiring banyak ditemukan kasus mutasi corona baru. “India kasus naik, Thailand naik, Singapura naik, negara Eropa semua naik karena ada mutasi baru,” ujarnya

4 Varian baru Covid-19 di Indonesia

Masih menurut Budi Gunadi Sadikin, empat mutasi varian baru Covid 19 sudah masuk Indonesia. Keempat varian virus Covid 19 tersebut antara lain yaitu :

  •  Varian B.1.6.1.7

Varian baru Covid 19 ini dikenal dengan sebutan varian Inggris. Virus corona varian B.1.1.17 dinilai lebih mudah menyebar dan lebih mematikan daripada varian sebelumnya. Tingkat penularan varian ini bisa mencapai 36% hingga 75% lebih menular dibandingkan dengan jenis virus corona varian sebelumnya yang sudah beredar. 

Virus ini pertama kali terdeteksi di Inggris pada November 2020, dan saat ini setidaknya sudah menyebar di 76 negara lain di dunia. Varian B.117 saat ini merupakan varian baru Covid 19 yang paling banyak dilaporkan di berbagai negara. WHO (World Health Organisation) mencatat berbagai peningkatan kasus akibat varian varian B.117 baru. Peningkatannya  mencapai 49% yang terjadi di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga : Sudah 2 Kali Divaksin Covid 19 Masih Bisa Tertular, Ini Penyebabnya!

Saat varian B.1.1.7 merebak di Inggris, para peneliti mendeteksi tanda-tanda bahwa orang yang terinfeksi varian baru ini memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Tidak hanya tiu, varian ini juga memiliki tingkat reproduksi 0.5 kali lebih tinggi dari varian virus corona “normal”.

Di Indonesia, varian B.1.1.7 menjadi yang paling banyak ditemukan. Sudah ada 13 kasus yang terjadi sejak periode Februari hingga April 2021. Gejala-gejala jika terinfeksi varian B.1.1.7, antara lain: demam, batuk, sulit bernapas, menurunnya fungsi indera pengecap dan penciuman, serta keluhan pada saluran pencernaan.

  •  Varian B.1.6.1.7

Varian B.1.6.1.7 juga dikenal dengan sebutan varian baru Covid 19 India. Varian B.1.617 pertama kali diidentifikasi berasal di India pada Desember 2020. WHO mendeskripsikannya varian virus ini memiliki mutasi yang akan membuat virus lebih mudah menular, dan menyebabkan penyakit yang lebih parah atau menghindari kekebalan vaksin. Selain itu, varian B.1.617 ini juga disebut sebagai “mutasi ganda” dengan mutasi berlabel L452R di California, dan berlabel E484Q di Afrika Selatan dan Brasil.

Karena memiliki kemampuan unik, beberapa penelitian memprediksi bahwa B.1.617 memiliki kemampuan untuk menghindari sistem kekebalan yang ada di tubuh manusia. Selain itu, orang yang terinfeksi varian B.1.617 lebih mungkin untuk terinfeksi ulang. Kasus varian B.1.6.1.7 pertama kali ditemukan di Jakarta pada 3 April 2021 pada warga negara Indonesia.

  • Varian B.1.3.5.1

Varian B.1.3.5.1 dikenal dengan sebutan varian Afrika Selatan, karena pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada Oktober 2020. Kemampuan mutasi virus ini yaitu dapat memengaruhi antibodi, namun belum terdeteksi apakah jenis ini mampu meningkatkan risiko keparahan penyakit.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, varian B.1.351 juga diduga memengaruhi penurunan efikasi vaksin Covid-19. Sama seperti varian lainnya, varian B.1.351 juga memiliki kemampuan penularan lebih cepat dan juga berpotensi mengakibatkan kematian yang tinggi. Kasus B.1.3.5.1 di Indonesia ditemukan pertama kali di Bali pada 25 Januari 2021.

  • Varian B.1.5.2.5

Satu varian terakhir yang juga telah terkonfimasi masuk di Tanah Air adalah varian virus corona B.1.5.2.5 yang 1 kasusnya terdeteksi di Kepulauan Riau. Kabarnya virus ini dibawa oleh seorang yang melakukan perjalanan dari Malaysia. Namun, pasien ini telah dinyatakan sembuh setelah menjalani karantina, dan tidak sampai membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.

Baca juga : Ini Penyebab Positif Covid 19 Kedua Kali Meski Sudah Pernah Sembuh

Dari keempat jenis mutasi varian virus Covid 19 baru ini, terbukti dapat meningkatkan jumlah kasus aktif Covid-19, lantaran memiliki kecepatan penularan yang tinggi. Untuk itu tidak ada cara lain selain tetap mematuhi protokol  5M : Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Membatasi mobilitas. Serta juga harus tetap menggalakkan 3T : Tracing, Testing, Treatment. “Harus dilakukan testing dan tracingnya yang diperbanyak. Kalau testingnya sedikit, maka kasus bisa meledak. Apalagi dengan adanya mutasi baru kita harus lebih agresif” tutup Budi.

Segera Tes Covid 19!

Jadi jika merasakan gejala gangguan kesehatan yang mendekati gejala infeksi Covid 19, segera periksakan diri dan melakukan Covid 19 test. Homecare24 menyediakan layanan Covid 19 Test yang dapat mempermudah Anda. Homecare24 menyediakan layanan Covid 19 Test secara homeservice yaitu dapat dilakukan di rumah atau lokasi Anda berada. Selain itu juga tersedia layanan Covid 19 Test secara Drive Thru, jadi Anda cukup tetap berada di dalam kendaraan