vaksin gotong royong
May 24, 2021

Program vaksinasi ini diberikan secara gratis yang biayanya ditanggung perusahaan

Vaksin gotong royong mendorong program vaksinasi Covid 19 yang saat ini sedang dilakukan. Program pemberian vaksin Covid 19 secara gratis masih dilakukan oleh pemerintah hingga saat ini. Vaksinasi Covid 19 gratis ini dilakukan secara bertahap yang menyasar beberapa golongan prioritas, mulai dari nakes, TNI, Polri, ASN, lansia, guru, tenaga pendidik, wartawan, pekerja kreatif, pekerja pariwisata, dan lainnya.

Lalu bagaimana dengan golongan masyarakat lainnya ? Pemerintah masih terus melakukan program vaksinasi Covid 19 gratis ke berbagai kalangan masyarakat yang lebih dulu membutuhkan. Nah, bagi yang belum mendapatkan prioritas, digelar program yang disebut dengan Vaksinasi Gotong Royong.

Baca juga : Sudah 2 Kali Divaksin Covid 19 Masih Bisa Tertular, Ini Penyebabnya!

Vaksini gotong royong merupakan program vaksinasi kepada karyawan, keluarga, dan individu lain dalam keluarga yang pembiayaannya dibebankan pada badan hukum atau badan usaha (perusahaan). Program vaksinasi gotong royong ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021. Oleh karena itu, penerima program vaksinasi gotong royong tidak dipungut bayaran atau gratis. Program vaksin Gotong sudah mulai dilakukan sejak Selasa (18/5/2021) lalu.

Yang perlu diketahui dari Vaksinasi Gotong Royong

Meski sudah resmi dilakukan, namun program vaksin gotong royong ini tampaknya masih belum banyak masyarakat atau perusahaan yang mengetahui. Nah, berikut ini beberapa hal terkait vaksin gotong royong yang perlu diketahui, sebagaimana disampaikan oleh Siti Nadia Tarmizi (Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan  :

  1. Vaksinasi Gotong Royong untuk siapa?

Seperti telah disebutkan di atas, vaksin gotong royong lebih ditujukan kepada mereka yang tidak tergolong prioritas dalam pemberian vaksin Covid 19 gratis oleh pemerintah. Diantaranya yaitu karyawan swasta, anggota keluarga, perorangan, anggota organisasi nirlaba internasional di Indonesia, perwakilan negara asing di Indonesia dan lainnya

2. Cara mendapatkan vaksin Gotong Royong

Untuk mengikuti program vaksinasi gotong royong dan mendapatkan vaksin Covid 19, caranya yaitu organisasi, badan usaha atau perusahaan harus mendaftar melalui Kadin (Kamar Dagang) Indonesia. Bagi perusahaan yang mau membiayai vaksin Covid 19 untuk diberikan kepada karyawan atau keluarga, dapat mengisi formulir pendataan program vaksinasi gotong royong. Caranya dengan melakukan pendaftaran melalui https://vaksin.kadin.id. Untuk Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Hotline Vaksinasi:  081296187177, 081296187277, 081282198977, 081219173177.

3. Biaya vaksin

Biaya vaksin dan pelaksanaan vaksinasi gotong royong akan dibebankan kepada perusahaan/badan hukum/badan usaha. Vaksin diberikan kepada karyawan/karyawati atau keluarganya secara gratis.

Hal ini ditegaskan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi. Karyawan yang akan mengikuti vaksinasi gotong royong akan didata oleh perusahaannya dan datanya akan diserahkan ke Kementerian Kesehatan.

4. Harga vaksinasi Gotong Royong

Adapun harga vaksin gotorg royong yang bisa dibeli oleh pihak perusahaan, badan usaha atau badan hukum, didasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021. Dalam Kempen tersebut ditetapkan harga pembelian setiap dosis vaksin Gotong Royong dalam hal ini Sinopharm melalui PT Bio Farma (Persero) seharga Rp321.660 per dosis. Sedangkan untuk tarif pelayanan vaksinasi maksimal sebesar Rp117.910 per dosis. Dengan demikian, vaksinasi gotong royong ini akan dikenakan biaya maksimal sebesar Rp 439.570 per dosis.

5. Lokasi vaksinasi

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi  menjelaskan vaksinasi gotong royong dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) milik swasta atau BUMN yang sudah memenuhi yang memenuhi syarat menjadi pos pelayanan vaksinasi.

Pelaksanaannya memang tidak boleh dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan yang sedang melakukan vaksinasi gratis program pemerintah dijalankan.

6. Jenis vaksin yang digunakan

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Kesehatan, produk vaksin yang digunakan dalam vaksinasi Gotong Royong berbeda dari jenis vaksin yang digunakan dalam program vaksin gratis dari Pemerintah. Jika pada vaksinasi gratis menggunakan vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer, maka vaksin gotong royong menggunakan vaksin produksi  Sinopharm dan CanSino.    

Baca juga : Mengenal Vaksin Sinopharm, Yang Digunakan pada Vaksinasi Gorong Royong

Vaksin Sinopharm telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jenis vaksin Sinopharm adalah jenis inactivated vaccine (virus yang diinaktivasi atau dimatikan) yang berasal dari Cina.  vaksin ini didaftarkan dan didistribusikan oleh PT Kimia Farma Tbk

Vaksin CanSino juga berasal  Cina. Vaksin Corona ini diproduksi oleh Beijing Bio-Institute Biological Products Co, salah satu unit dari Sinopharm. Pemerintah menyiapkan sebanyak 5 juta dosis vaksin CanSino. Sampai saat ini, izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin CanSino ini tengah berproses di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jadi statusnya masih dalam tahap rolling submission.

7. Efikasi  vaksin gotong royong

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, berdasar hasil dari uji klinik yang dilakukan di Uni Emirat Arab ditemukan bahwa vaksin Sinopharm memiliki efikasi 78 persen. Selain itu, kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) yang ditimbulkan dari vaksin Sinopharm bersifat ringan, seperti bengkak, kemerahan, sakit kepala, diare, nyeri otot, atau batuk.  

World Helath Organisation (WHO) juga merekomendasikan pemberikan vaksin Sinopharm kepada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dalam dua dosis suntikan. Selang waktu penyuntikan antara dosis pertama dan dosis kedua disarankan tiga hingga empat minggu.

Sedangkan vaksin CanSino , seperti dikutip dari South China Morning Post, vaksin ini disebut efektif sampai 90 persen untuk mencegah kasus infeksi COVID-19 yang parah. Hal ini diketahui dari analisis data interim uji klinis tingkat tiga yang secara umum menemukan vaksin ini memiliki tingkat efikasi lebih dari 65 persen.

8. Bukan Tanggung Jawab Kemenkes

Siti Nadia juga mengatakan, pengadaan jenis vaksin untuk program gotong royong bukanlah tanggung jawab Kemenkes. Proses pengadaannya menjadi tanggung jawab Kementerian BUMN dan PT Bio Farma. Sedang proses pendistribusian menjadi tanggung jawab PT Bio Farma ke fasilitas pelayanan kesehatan milik swasta yang sudah disepakati oleh perusahaan, badan usaha maupun badan hukum yang akan membeli vaksin untuk gotong royong. Dan untuk pelaksanaan vaksinasinya tiap alurnya harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota atau Provinsi setempat.