informasi covid 19
June 24, 2021

Pandemi Covid 19 Indonesia sudah berlangsung selama setahun lebih. Namun hingga kini kondisinya masih belum juga pulih, malah belakangan semakin mengkhawatirkan. Tingkat kesadaran yang rendah, informasi Covid 19 yang salah serta edukasi yang masih lemah ditengarai menjadi salah satu pemicu lonjakan kasus Covid 19 di Indonesia. Hal ini juga diperparah dengan adanya anggapan yang salah selama ini tentang Covid-19. Apa saja ?  

Kontak Erat

Salah

Kontak erat dengan penderita Covid 19 menjadi salah satu jalan penularan. Selama ini informasi Covid 19 yang kita dapat menganggap yang namanya kontak erat adalah ketika kita memiliki riwayat kontak fisik atau bersentuhan dengan orang yang terinfeksi Covid 19. Ternyata tidak hanya itu saja.

Benar

Yang disebut kontak erat yang benar adalah :

  • Tatap muka dengan jarak minimal 1 meter dalam jangka waktu akumulasi 15 menit selama 24 jam.
  • Bersentuhan fisik dengan penderita Covid 19.
  • Menggunakan atau menyentuh barang/permukaan barang yang digunakan orang yang terinfeksi Covid 19.
  • Memberikan perawatan langsung pada penderita Covid 19 tanpa menggunakan APD standar

Baca juga : 10 Fakta Vaksin Astrazeneca Yang Perlu Diketahui

Tes Swab PCR/Antigen

Salah

Mungkin selama ini kita beranggapan harus segera melakukan tes Swab PCR atau Swab Antigen setelah mengetahui ada riwayat kontak dengan penderita Covid 19. Ternyata anggapan tersebut kurang tepat.

Benar

Adapun informasi Covid 19 yang benar soal melakukan tes Swab PCR atau antigen adalah :

  • Tes Swab PCR sebaiknya dilakukan di hari ke-3 hingga ke-5 setelah riwayat kontak.
  • Atau Tes Swab Antigen sebaiknya dilakukan di hari ke-2 hingga ke-3 setelah riwayat kontak. Jika hasilnya negatif, maka harus kembali melakukan Swab Antigen 5 hari kemudian.
  • Melakukan tes Covid 19 terlalu dini bisa berisiko hasilnya Negatif Palsu, yaitu kondisi di mana virus sebenarnya sudah ada di dalam tubuh, tetapi belum terdeteksi oleh alat tes. Dan kondisi ini berisiko dapat menularkan ke orang lain.
  • Selama menunggu hari yang tepat untuk melakukan tes Swab PCR atau Swab Antigen, harus melakukan karantina.

Tidak Perlu Karantina

Salah

Saat merasa ada riwayat kontak dengan penderita Covid 19, maka sebaiknya melakukan tes Swab PCR/Antigen. Nah, selama ini kita berasumsi jika hasilnya negatif, berarti tidak perlu melakukan karantina mandiri. Ternyata hal tersebut tidak dianjurkan.

Benar

Sebaiknya, meski hasil tes Covid 19 menunjukkan hasil negatif setelah ada riwayat kontak erat, maka :

  • Tetap harus melakukan karantina mandiri sampai hari ke-7 sejak kontak terakhir dengan penderita, meski hasil swab PCR (yang dilakukan di hari ke-3 hingga ke-5) hasilnya negatif.
  • Tetap harus melakukan karantina mandiri sampai hasil swab antigen pertama (yang dilakukan hari ke 2-3) dan kedua (selang 5 hari setelah tes swab antigen pertama), keduanya hasilnya negati.
  • Jika muncul gejala, lakukan protokol kesehatan ketat sampai hari ke-14. Terutama jauhi orang yang rentan (anak, lansia, penderita komorbid).
  • Karantina mandiri juga harus dilakukan oleh yang memiliki anggota keluarga serumah positif Covid 19 atau baru tiba dari luar daerah.

Baca juga : 8 Fakta Vaksin Gotong Royong yang Perlu Diketahui

Isolasi Tidak Perlu Sampai Selesai

Salah

Saat sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, pada hari ke-4 melakukan tes Swab PCR/antigen dan hasilnya ternyata negatif. Berarti sudah tidak perlu melanjutkan isolasi lagi. Salah!

Benar

Informasi Covid 19 yang benar adalah pasien tetap harus menyelesaikan masa isolasi sampai hari terakhir, yaitu selama :

  • Jika tanpa gejala, isolasi selama 10 hari sejak pertama kali tes swab
  • Jika bergejala ringan, isolasi selama 10 hari sejak muncul gejala. Jika di hari ke-10 masih merasakan gejala, isolasi perlu ditambah sampai 3 hari sampai gejala hilang.

Baca juga : Gejala Covid 19 Yang Banyak Diderita dan Sering Diabaikan

Hasil Tes Negatif, Aman Bertemu Orang

Salah

Selama ini tes Covid-19 menjadi syarat untuk bisa melakukan aktivitas dengan orang lain. Jika sudah melakukan tes Swab PCR/Antigen dan hasilnya negatif, berarti boleh bertemu dengan orang lain yang hasil tes Covid-19 nya juga negative. Bahkan boleh berbicara satu sama lain meski tanpa masker. Asumsi tersebut ternyata salah selama ini.

Benar

Adapun informasi Covid 19 yang benar soal tes swab PCR/Antigen adalah :

  • Hasil tes swab PCR/Antigen bersifat real time, maksudnya itu merupakan hasil tes hingga saat terakhir kali diambil sampel swab-nya. Setelah selesai melakukan tes masih ada kemungkinan tertular Covid-19.
  • Selalu ada kemungkinan hasil tes swab PCR/antigen adalah Negatif Palsu atau masih bisa ada kemungkinan salah alias tidak 100% valid. Dan ini sudah ada beberapa kasus seperti ini.

Sudah Divaksin, Berarti Aman

Salah

Selama ini kita beranggapan jika sudah mendapatkan suntik vaksin Covid-19 dengan dosis lengkap, berarti sudah aman dari penularan Covid 19. Ternyata anggapan tersebut salah.  

Benar

Yang perlu diingat soal sudah divaksin Covid 19 adalah :

  • Meski sudah divaksin, masih bisa ada kemungkinan tertular Covid-19. Ini karena tidak ada satu merek vaksin pun yang menjamin 100% pencegahan penularan Covid 19.
  • Indonesia belum mencapai herd immunity, jumlah penduduk yang divaksin belum mencapai batas minimal aman.

Sumber : PandemiTalks, CDC, WHO