cara merawat pasien covid 19
July 20, 2021

Jumlah kasus positif Covid 19 masih menunjukkan grafik menanjak. Makin banyak yang kini menjadi pasein COvid 19. Di satu sisi-sisi rumah sakit, tenaga kesehatan (nakes), obat  hingga tabung oksigen semakin ‘kewalahan’ memenuhi kebutuhan para pasien.

Rumah sakit banyak yang penuh hingga tidak bisa lagi menampung pasien Covid 19 baru. Para nakes banyak yang kewalahan hingga jatuh sakit, terpapar Covid 19 bahkan  meninggal dunia. Ketersediaan obat Covid 19 juga sempat diberitakan semakin menipis dan jika ada pun harganya sudah naik dan menjadi mahal. Begitu juga dengan stock vitamin yang juga sempat sulit didapatkan.

Baca juga : Panduan Sembuh dari Covid 19, Tidak Harus Tes PCR Lagi

Semua kondisi tersebut akibat semakin banyaknya yang terpapar Covid 19 setiap harinya. Bahkan dalam beberapa hari terakhir jumlah kasus Covid 19 di Indonesia selalu memecahkan rekor kasus terbanyak selama pandemi.

Cara Merawat Pasein Covid 19 Sesuai Gejalanya

Untuk itu penting bagi kita untuk bagaimana melakukan perawatan jika terpapar Covid 19 atau ada anggota keluarga yang tertular dan jadi pasien Covid 19. Obat Covid 19 apa saja yang diperlukan, vitamin apa yang perlu dikonsumsi dan lain sebagainya. Berikut ini cara merawat pasien Covid 19 yang benar seperti yang dilansir dari petunjuk Kementerian Kesehatan RI.

Pasien Tanpa Gejala

  • Gejala : frekuensi nafas 12-20 kali per menit. Saturasi okisgen lebih besar atau sama dengan 95%
  • Tempat perawatan : isolasi mandiri di rumah atau di fasilitas isolasi milik pemerintah.
  • Perawatan : Konsumsi vitamin C, D dan Zinc
  • Lama perawatan : 10 hari isolasi sejak pengambilan tes swab antigen/PCR yang hasilnya positif.

Pasien Gejala Ringan

  • Gejala : Frekuensi napas 12-20 kali per menit. Saturasi oksigen lebih besar atau sama dengan 95%. Demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), faigue atau kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indera penciuman atau anosmia, kehilangan indera pengecap atau ageusia, nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit.
  • Tempat perawatan : Fasilitas isolasi milik pemerintah atau Isolasi mandiri di rumah atau bagi yang memenuhi syarat.
  • Perawatan : Konsumsi obat Oseltamivir atau Favipiravir. Konsumsi Azitromisin serta vitamin C, D, Zinc.
  • Lama perawatan : 10 hari isolasi sejak timbul gejala, kemudian dilanjutkan minimal 3 hari lagi dengan kondisi tidak ada gejala yang timbul.

Baca juga : Saat Divonis Positif Covid 19, Ini Yang Harus Dilakukan

Pasien Covid 19 Gejala Sedang

  • Gejala : Frekuensi napas 20-30 kali per menit. Saturasi oksigen lebih kecil dari 95%, sesak napas tanpa distress pernapasan. Demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), faigue atau kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indera penciuman atau anosmia, kehilangan indera pengecap atau ageusia, nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit/perubahan warna pada jari-jari kaki.
  • Tempat perawatan : RS rujukan, RS Darurat Covid 19, RS non rujukan, RS lapangan.
  • Perawatan : Konsumsi Favipiravir, Remdesivir 200 mgIV, Azitromisin,kortikoteroid, vitamin C, D, Zinc, antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi Dokter  Penanggung Jawab Pasien (DPJP), pengobatan komorbid bila ada, terapi O2 secara noninvasif dengan arus sedang sampai tinggi (HFNC).
  • Lama perawatan : 10 hari isolasi sejak timbul gejala, kemudian dilanjutkan minimal 3 hari lagi dengan kondisi tidak ada gejala yang timbul.

Pasien Covid 19 Gejala Berat atau Kritis

  • Gejala : Frekuensi napas lebih dari 30 kali per menit. Saturasi oksigen lebih kecil dari 95%, sesak napas tanpa distress pernapasan. Demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), faigue atau kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indera penciuman atau anosmia, kehilangan indera pengecap atau ageusia, nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit/perubahan warna pada jari-jari kaki.
  • Kondisi kritis : ARDS/gagal napas, sepsis, syok sepsis dan multiorgan failure
  • Tempat perawatan : HCU/ICU RS Rujukan.
  • Perawatan : Konsumsi Favipiravir, Remdesivir 200 mgIV, Azitromisin,kortikoteroid, vitamin C, D, Zinc, antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi Dokter  Penanggung Jawab Pasien (DPJP), pengobatan komorbid bila ada, terapi O2 secara noninvasif dengan arus sedang sampai tinggi (HFNC)/Ventilator, perawatan tambahan.
  • Lama perawatan : Sampai dinyatakan sembuh oleh Dokter  Penanggung Jawab Pasien (DPJP) dengan hasil PCR negative dan klinis membaik .

Baca juga : Jangan Bingung Saat Isolasi Mandiri, Ada Perawatan Kesehatan ke Rumah

Untuk menghindari penularan kepada orang lain, maka sebaiknya begitu merasa ada riwayat kontak dengan penderita Covid-19 meski tidak merasakan gejala, atau mengalami gejala ringan  sekalipun, segera lakukan isolasi mandiri. Kemudian jangan lupa lakukan tes Covid 19 untuk memastikan apakah tertular Covid 19 atau tidak.     

Saat menjalani isolasi mandiri, pastikan mendapatkan perawatan yang benar agar gejala Covid 19 yang diderita bisa segera sembuh dan bisa sehat secepatnya. Anda bisa memanfaatkan layanan Corona Care dari Homecare24 untuk membantu dalam perawatan selama masa isolasi mandiri.