ct value Covid 19
July 29, 2021

“Hasil tes Covid 19 saya sudah negatif, tapi CT value saya masih rendah. Apakah saya sudah harus masuk kantor?” tanya salah seorang karyawan swasta kepada bagian HRD kantornya. “Jangan masuk kantor dulu, tunggu sampai CT valuenya di atas batas normal” jawab kepala bagian HRD.

Hal tersebut merupakan kejadian nyata, yang banyak dialami penyintas Covid 19 lainnya. Meski sudah menunjukan hasil tes Covid 19 negatif, namun karena masih memiliki nilai CT yang rendah, masih dianggap belum sembuh benar dari Covid 19.

Apa Itu CT Value?

CT Value atau singkatan dari Cycle Threshold Value adalah jumlah siklus atau putaran yang dibutuhkan oleh alat pemeriksaan swab PCR Covid-19 untuk mendeteksi virus RNA Covid. 

Contoh:

  • Dari putaran ke-5 sudah terdeteksi virus, maka angka CT adalah 5.
  •  Putaran ke-30 baru terdeteksi virus, maka angka CT adalah 30.

Jika jumlah siklus makin rendah, maka CT Value nya rendah. Ini berarti hanya dengan putaran alat yang sedikit virus sudah dapat atau  mudah ditemukan, ini karena jumlah virusnya banyak.

Sebaliknya. Jika jumlah siklus makin tinggi, maka nilai CT nya tinggi. Ini berarti virus susah terdeteksi oleh mesin tersebut (perlu banyak putaran), karena jumlah virusnya sedikit atau berkurang.

Dengan kata lain, angka CT ini menunjukkan seberapa besar “viral load”  atau banyaknya virus secara umum (bukan secara detil) yang masuk ke dalam tubuh. Ingat angka CT Value ini hanya memberikan gambaran secara umum banyaknya virus yang masuk, bukan menunjukkan jumlah virus yang masuk.

Baca juga : Setelah Sembuh Covid 19 Masih Merasakan Gejala, Ini Cara Mengatasinya!

Adapun batasan nilai atau Cut-off point yang sering digunakan sebagai standar nilai CT Value yaitu antara 35-40 siklus. Angka ini bisa berbeda-beda tergantung alat yang digunakan pada lab pemeriksa. Tapi biasanya angka batasan tersebut yang dijadikan standar. 

Selama ini nilai CT digunakan untuk menilai seberapa tinggi seseorang yang terpapar Covid 19 bisa menularkan. Jika angka CT nya rendah berarti viral load tinggi, maka risiko menularkan tinggi. Sebaliknya, semakin tinggi angka CT, viral load virus semakin berkurang, dan risiko menginfeksinya semakin kecil.

Pentingkah Nilai CT?

Selama ini CT Value diidentikkan dengan tingkat kesembuhan seseorang yang terinfeksi Covid 19. Kalau nilainya rendah berarti belum sembuh benar, dan sebaliknya jika angkanya tinggi berarti sudah sehat dan sembuh dari Covid 19.

Bahkan sempat beredar informasi yang mengelompokkan nilai CT dan menghubungkan dengan kondisi kesehatan tubuh. Informasi tersebut yaitu :

CT : 0 – 11, berarti hasil lab invalid
CT : 12 – 20, berarti tubuh terinfeksi banyak virus
CT : 21 – 30, berarti fase penyembuhan
CT : 31 – 40, berarti sembuh

Ada juga yang mengelompokkan :

Nilai CT <29 : Positif kuat
Nilai CT 30-37: Positif
Nilai CT 38-40: Positif lemah

Namun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengonfirmasi bahwa tidak ada pengelompokan berdasarkan nilai CT tersebut. Selain itu juga dijelaskan nilai CT tidak dapat dibandingkan antar lab karena ada perbedaan dalam metode, alat, reagen, beserta sampel yang diperiksa. Ditegaskan juga oleh IDI berapapun nilai CT apabila hasil tes PCR menunjukkan positif, maka harus menjalani isolasi dan berkonsultasi dengan dokter.

Penjelasan yang sama juga disampaikan oleh oleh Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan, Dr. Jaka Pradipta, sebagaimana dikutip dari Suara.com. Dr. Jaka menjelaskan, nilai CT bukanlah tolak ukur kesembuhan pasien Covid-19 dan juga bukan patokan apakah sesorang masih bisa menularkan Covid-19 . Hal ini disebabkan nilai CT dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor selain jumlah virus yang ditemukan dalam sampel tes PCR.

Baca juga : Ini Cara Mendapatkan Obat Covid 19 Gratis !

“Itu mitos dan menyesatkan, yang kita lihat adalah gejalanya dan perbaikan. Kemudian pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi, dan yang paling penting sudah menyelesaikan isolasi minimal 10 hari, atau 14 hari. Kalau itu semua bagus, baru itu namanya sembuh. Contohnya, semakin dalam diperiksa, maka CT value-nya semakin turun. Mesinnya yang berbeda juga akan mempengaruhi hasil yang berbeda, proses penyimpanan dan proses pengerjaan akan menghasilkan pemeriksaan CT value yang berbeda. Jadi nilai CT value itu bukan acuan, banyak pasien kritis dengan CT value tinggi dan bahkan pasien tanpa gejala CT value-nya rendah. Jadi jangan hiraukan CT value,” jelas Dr. Jaka.

Jangan Bingung Lagi Soal CT Value

Bagi yang masih bingung soal CT Value bisa menyimak penjelasan tanya-jawab berikut ini :

  • Nilai CT Menentukan Kesembuhan atau Keparahan ?

Nilai CT tidak digunakan untuk menentukan tingkat keparahan seseorang yang terinfeksi Covid 19. Selain itu juga tidak dijadikan standar untuk menilai seberapa menularnya seseorang yang sedang sakit Covid 19. Serta juag tidak dijadikan acuan untuk menentukan seseorang dari Covid 19 dan bebas dari masa isolasi/karantina. Jika pasien sudah tidak ada gejala dan hasil tes PCR menunjukan negatif berarti sudah sembuh.

  • Lalu apa fungsinya nilai CT ?

Nilai CT diperlukan untuk menetapkan hasil pemeriksaan Swab PCR positif dan negatif oleh dokter penanggung jawab laboratorium. Nilai CT tidak perlu dicantumkan pada lembar hasil pemeriksaan PCR. Namun, bila dibutuhkan, dapat ditanyakan ke laboratorium pemeriksa.

“Kegunaan CT Value untuk medis adalah untuk keperluan diagnostic seorang dokter dan menilai perjalanan membaiknya imunitas seorang pasien selama melawan virus tersebut,” ujar dr. Jaka Pradipta, Sp.P dari Mayapada Hospital Kuningan (MHKN).

  • Angka CT Kok Berbeda Antar Layanan Tes PCR ?

Nilai CT yang dihasilkan sangat bergantung dengan beberapa hal, seperti: cara pengambilan sampel, jumlah virus dalam sampel, metode pengolahan yang digunakan dan Alat PCR yang dipakai lab untuk pemeriksaan, sehingga bisa menghasilkan nilai CT yang berbeda.

Contoh:
Lab A menggunakan mesin pemeriksa PCR merek A yang standar hasil negatif di angka CT : 35. Sedangkan, RS B menggunakan mesin pemeriksa PCR dengan merek B yang standar hasil negative di angka 39. Jadi hasil dari kedua alat pemeriksa ini bisa menghasilkan nilai CT yang berbeda.

  • Jika bukan dari CT Value, apa yang menjadi standar sembuh dari Covid-19?

Berdasarkan standar WHO terbaru disebutkan bahwa kini pasien positif COVID-19 sudah bisa dinyatakan sembuh ketika ia tidak lagi menunjukkan gejala, tanpa memerlukan konfirmasi tes PCR. Namun, untuk lebih amannya, tes PCR masih digunakan pada beberapa kasus. 

Kriteria sembuh bagi pasien positif COVID-19 yang berlaku di Indonesia:

Pasien tanpa gejala: Sudah melewati masa isolasi selama 10 hari.

Pasien dengan gejala ringan hingga sedang: Sudah melewati masa isolasi selama minimal 10 hari, ditambah 3 hari tanpa gejala.

Pasien dengan gejala berat: Sudah melewati masa isolasi selama minimal 10 hari, ditambah 3 hari tanpa gejala dan 1 kali hasil negatif pada tes PCR.

  • Jika CT Value rendah, berarti tidak boleh isoman dan harus rawat di rumah sakit ?

Sekali lagi, CT Value tidak bisa dijadikan acuan untuk menentukan apakah pasien Covid-19 tersebut tanpa gejala, gejala ringan-sedang, dan gejala berat. CT Value tidak menentukan tingkat kegawatdaruratan pasein. Yang harus dilihat adalah gejala klinisnya, hasil lab darah serta saturasi oksigen. Dan yang bisa menilai dan menentukan kegawatdaruratan pasien adalah dokter.

Baca juga : Cara Merawat Pasien Covid 19 dan Obat Yang Dibutuhkan Sesuai Gejalanya


Kesimpulan Soal CT Value

Berikut ini beberapa hal penting yang perlu diperhatikan mengenai nilai CT:

  • CT Value hasil dari pemeriksaan PCR tidak memiliki arti klinis apapun. Hanya menunjukkan ada atau tidaknya virus pada sampel swab yang diperiksa.
     
  • Nilai CT sangat bervariasi tergantung pada jenis alat yang digunakan dalam proses pemeriksaan di lab.
     
  • Nilai CT tidak dapat digunakan sebagai penentu jumlah virus Covid 19 dalam tubuh seseorang.
     
  • CT Value hanya menunjukkan perkiraan jumlah kualitatif virus yang terambil alat swab.
     
  • Angka CT tidak dapat digunakan sebagai faktor penentu kesembuhan pasien Covid-19.
     
  • C T Value tidak dapat digunakan sebagai pengukur derajat keparahan penyakit seseorang, ataupun apakah seseorang masih menularkan Covid-19 atau tidak.
     
  • Berdasarkan panduan WHO ,nilaiCT tidak direkomendasikan tercantum dalam hasil pemeriksaan PCR, karena diperlukan kehati-hatian dalam menginterpretasikan nilai CT.