vitamin D
August 3, 2021

Selain vitamin C, vitamin D menjadi salah satu asupan yang perlu dipenuhi oleh pasien Covid 19 yang sedang menjalani masa penyembuhan. Selain itu vitamin D juga dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid 19. 

Belakangan ini suplemen vitaminD memang banyak dikonsumsi selama masa pandemi Covid 19 yang masih belum berakhir. Banyak yang mengonsumsi vitaminD dengan alasan untuk meningkatkan imun agar terhindar dari virus corona.

Selama ini vitaminD dikenal bermanfaat untuk pembentukan tulang dan menjaga kesehatan jantung, otak, dan otot. Namun seperti dilansir dari Healthline, vitaminD  juga dikenal dapat meningkatkan fungsi imun. Selain itu juga mampu meningkatkan pembentukan sel T dan makrofag yang berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap pathogen (virus, bakteri, dll). Sebaliknya, kekurangan vitaminD dapat membuat tubuh lebih rentan infeksi, penyakit, dan gangguan sistem imun. beberapa di antaranya infeksi bakteri/virus yang menyerang pernapasan, tuberkulosis, asma, dan sebagainya.

Sumber Vitamin D

Di masa pandemi ini banyak orang melakukan berjemur di pagi hari. Sinar matahari pagi yang langsung mengenai kulit memang menjadi sumber alami pembentukan vitaminD pada tubuh. Bahkan, sebagian besar kebutuhan vitamin ini dapat terpenuhi hanya lewat paparan sinar matahari.

Selain itu, vitaminD juga dapat diperoleh dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin ini, seperti jamur, kuning telur, serta ikan. Secara spesifik lagi, terbagi atas jenis vitamin D2 dan vitamin D3. Sumber vitamin D2 berasal dari tumbuhan, sedangkan vitamin D3  berasal dari hewan.

Baca juga : CT Value di Hasil PCR Tidak Tentukan Keparahan dan Sembuh Covid 19, Ini Penjelasannya!

Selain dari sinar matahari dan makanan, sumber vitaminD juga bisa diperoleh dari suplemen. Konsumsi suplemen berguna untuk melengkapi kebutuhan tubuh terhadap vitamin, terutama ketika asupan vitamin dari makanan tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh. Namun yang perlu diingat, suplemen hanya digunakan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi tubuh, bukan sebagai pengganti nutrisi dari makanan.

Dosis dan Aturan Pakai

Meski fungsinya yang baik bagi tubuh, namun saat mengonsumsi vitaminD juga perlu memerhatikan dosisnya. Dosis vitaminD diberikan berdasarkan usia dan kondisi yang diderita pasien. Ada beberapa kondisi yang memang membutuhkan asupan suplemen vitaminD yang lebih banyak, seperti saat sedang terserang suatu penyakit, hamil, dan lainnya

Untuk kondisi normal, vitaminD dosis 400-5.000 IU bisa didapat dibeli dan dikonsumsi secara bebas. Sedangkan untuk vitamin D dosis 50.000 IU hanya dapat dibeli dengan resep dokter.

Di tabel berikut ini dijelaskan kebutuhan harian vitamin D per hari yang dianjurkan untuk mencegah kekurangan vitamin D. Kebutuhan harian ini bisa didapatkan dari makanan, suplemen, atau gabungan dari keduanya.

Kebutuhan harian

UsiaKebutuhan (IU/hari)
0-12 bulan400
1-70 tahun600
70 tahun ke atas800

Bagaimana Mengetahui Tubuh Butuh Vitamin D?

Seperti dijelaskan sebelumnya jenis vitaminD ada yang dibentuk pada hewan dikenal sebagai vitamin D3, dan ada juga yang dibentuk pada tumbuhan dikenal sebagai vitamin D2.

Vitamin D2 maupun vitamin D3 yang dikonsumsi dari makanan sayuran atau hewan seperti ikan, akan dikonversi di hati menjadi vitamin D 25-hidroksi. Ini adalah bentuk aktif utama vitamin D yang disimpan dalam tubuh.

Nah, untuk mengetahui kadar vitaminD yang ada di tubuh, maka dilakukan pemeriksaan kadar vitamin D 25 hidroksi pada darah seseorang. Tes ini dapat dilakukan melalui tes laboratorium.

Baca juga : Setelah Sembuh Covid 19 Masih Merasakan Gejala, Ini Cara Mengatasinya!

Perlunya Tes Kadar Vitamin D

Masih belum banyak yang menyadari, bahwa perlu juga untuk melakukan tes vitaminD pada tubuh. Ini karena memiliki berbagai fungsi yang penting bagi tubuh, antara lain :

–           Tes vitaminD terutama kadar vitamin D25-dihidroksi digunakan untuk memeriksa bahwa tubuh memiliki persediaan vitamin D dalam kadar yang cukup.

–           Selain itu tes vitamin D 25-OH total dilakukan juga dengan tujuan untuk mengetahui masalah kesehatan yang berkaitan dengan metabolisme tulang, kadar mineral dalam darah, atau fungsi paratiroid.

–           Tes vitamin D25-OH total juga dilakukan pada orang dengan penyakit yang mengganggu penyerapan lemak, untuk memastikan mereka memiliki vitamin D yang cukup.

–           Tes vitamin D25-OH total juga digunakan pada orang-orang yang mengonsumsi suplemen vitamin D, untuk memastikan mereka memiliki kadar vitamin D normal.

Siapa yang perlu Tes Vitamin D?

Tes vitaminD perlu dilakukan pada orang yang mungkin kekurangan vitaminD, diantaranya yaitu :

–           Orang yang sudah lanjut usia

–           Mereka yang jarang mendapatkan banyak sinar matahari dari luar.

–           Orang yang memiliki penyakit ginjal dan beberapa gangguan pencernaan juga dianjurkan untuk menjalani cek vitaminD.

–           Begitu juga dengan orang-orang yang rutin mengonsumsi suplemen vitaminD. Untuk mengetahui kadarnya tidak kurang dan tidak berlebih.

–           Cek vitaminD juga dapat diminta bila seseorang memiliki kadar hormon kalsium, fosfat, ataupun magnesium yang tidak normal dalam darah.

–           Selain itu, cek tersebut juga bisa digunakan untuk mendiagnosis beberapa bentuk penyakit tulang. Bila kadar kalsium dalam darah rendah maka bisa mengakibatkan malformasi tulang pada anak-anak (rakitis) dan tulang rapuh atau patah tulang pada orang dewasa (osteomalasia).

–           Cek vitamin D25-OH total juga dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis atau memantau masalah dengan fungsi kelenjar paratiroid, karena hormon paratiroid (PTH) sangat penting untuk aktivasi vitaminD.

Baca juga : Cara Merawat Pasien Covid 19 dan Obat Yang Dibutuhkan Sesuai Gejalanya

Di Mana Bisa Cek Vitamin D?

Untuk  cek vitaminD bisa dengan melakukan tes laboratorium yang disediakan oleh Homecare24. Selain itu juga tersedia layanan tes lab untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh lainnya.