berjemur sumber vitamin D
August 5, 2021

Berjemur menjadi salah satu aktivitas yang belakangan banyak dilakukan selama masa pandemi. Ini karena manfaat sinar matahari yang menjadi sumber vitamin D. Nahm vitamin D sendiri bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh, selain itu juga berguna untuk memerkuat tulang dan menyehatkan kulit.  

Yang Harus Diperhatikan Saat Berjemur

Meski terbukti menyehatkan, namun tentu tidak sembarangan dalam melakukan aktivitas berjemur. Namun menurut dr Pipien Indirawaty, dokter poliklinik umum Klinik Pratama BMKG yang dikutip dari detik.com, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berjemur agar mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

  • Waktu yang baik yaitu antara jam 9-10 pagi. Ini karena gelombang sinar ultraviolet dari matahari sudah menjadi gelombang pendek yang aman untuk kulit.
  • Jika di bawah jam 9 pagi dinilai kurang bermanfaat, karena sinar matahari belum memiliki kandungan UV B yang dibutuhkan tubuh.
  • Lamanya berjemur yang baik sekitar 15-20 menit.
  • Masih boleh berjemur hingga maksimal jam 11. Namun durasinya tidak dianjurkan lebih dari 15 menit.

Baca juga : Vitamin D Penting di Masa Pandemi, Cek Kapan Tubuh Anda Membutuhkannya !

  • Jangan berlebih berjemur, karena efeknya justru bisa menimbulkan kanker kulit.
  • Berjemur boleh dilakukkan setiap hari dengan durasi yang lebih singkat setiap harinya. Atau cukup juga 3 kali seminggu dengan durasi maksimal 20 menit.
  • Bagian tubuh yang sebaiknya terkena sinar antara lain lengan atas, tangan kanan dan kiri, paha, tungkai bawah, punggung.
  • Menutup bagian tubuh yang sensitif, seperti muka (menggunakan topi), mata (menggunakan kacamata hitam) dan lainnya.
  • Lebih baik tidak menggunakan sunscreen atau sunblock karena akan mengurangi efektifitas penyerapan vitamin D.
  • Perhatikan juga UV Index

Apa Itu UV Index?

Faktor lain yang berpengaruh terhadap aktivitas berjemur adalah UV Index atau intensitas sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Makin tinggi UV Index, makin singkat waktu yang dibutuhkan .

Nilai UV Index ini bisa berubah-ubah sepanjang hari, tergantung beberapa faktor seperti cuaca dan kondisi geografis. Makin tinggi UV Index, makin tinggi risiko kulit terbakar jika terlalu lama berjemur. Sebaliknya, makin rendah UV Index makin butuh waktu lebih lama untuk berjemur agar manfaatnya optimal.

Contoh sederhananya, berjemur pada jam 9 pagi dengan cuaca mendung, akan berbeda intensitas sinar mataharinya dengan jam 9 pagi saat cuaca cerah.

Baca juga : CT Value di Hasil PCR Tidak Tentukan Keparahan dan Sembuh Covid 19, Ini Penjelasannya!

Pertanyaannya, bagaimana cara mengetahui nilai UV Index? Mudah kok! Bisa dilihat di berbagai aplikasi prakiraan cuaca. Atau bisa juga mengetahui UVIndex dari informasi yang dipublikasikan secara rutin setiap hari oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun medis sosialnya.  

Selain dari sinar matahari pagi, sumber vitamin D juga bisa didapatkan dari asupan makanan. Dan jika diperlukan juga bisa dengan tambahan suplemen vitamin D yang bisa didapatkan di Homecare24.