sakit diabetes (1)
August 19, 2021

Diabetes telah menjadi penyakit yang banyak diderita masyarakat di Indonesia. Terlebih lagi di masa pandemi ini, sakit diabetes menjadi komorbid yang paling berbahaya jika terjangkit Covid 19. Ini karena penyakit yang diderita tersebut bisa bertambah parah hingga dapat menyebabkan kematian.

Untuk itu perlu kewaspadaan dan tindakan untuk mendeteksi dan mencegah agar tidak menderita sakit diabetes. Dan andaikan sudah terlanjur memiliki penyakit ini, maka perlu upaya untuk mengobati diabetes agar tidak bertambah parah.

Baca juga : Diabetes : Komorbid Paling Berbahaya Saat Kena Covid 19! Ini Yang Perlu Diperhatikan!

Pencegahan Diabetes

Diabetes bisa dicegah dengan cara yang mudah, yaitu hanya dengan menjaga pola hidup sehat. Seperti mengatur frekuensi dan pola makanan yang sehat, mengurangi makanan dan minuman manis, menjaga berat badan ideal, rajin berolahraga, berhenti merokok, tidak mengonsumsi alkohol, dan rutin menjalani pengecekan gula darah. Namun untuk diabetes tipe 1, karena belum diketahui pemicunya, maka belum bisa dipastikan tindakan pencegahannya.

penyakit diabetes

Mendeteksi Sakit Diabetes

Diabetes sering tidak terdeteksi di tahap awal, meski sudah muncul beberapa gejalanya. Untuk memastikan apakah menderita diabetes atau tidak, caranya hanya dengan melakukan pemeriksaan gula darah. Ada beberapa metode tes gula darah yang dapat dijalani oleh pasien, antara lain:

  • Tes gula darah sewaktu. Tes ini bisa dilakukan kapanpun dan tanpa ada syarat apapun. Jika hasil tes menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, maka didiagnosis menderita diabetes.
  • Tes gula darah puasa. Tes ini dilakukan dengan syarat pasien harus berpuasa selama 8 jam terlebih dahulu. Dan jika hasil tes menunjukkan 126 mg/dL atau lebih, berarti menderita diabetes.
  • Tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan dengan harus berpuasa semalam terlebih dahulu. Pasien kemudian akan menjalani pengukuran tes gula darah puasa. Setelah tes tersebut, pasien akan diminta meminum larutan gula khusus. Setelah 2 jam kemudian, baru dilakukan tes gula darah. Jika hasil tes menunjukkan 200 mg/dL atau lebih, berarti menderita diabetes.
  • Tes HbA1C (glycated haemoglobin test). Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2–3 bulan ke belakang. Tes ini tidak perlu menjalani puasa terlebih dahulu. Hasil tes HbA1C di atas 6,5% menunjukkan pasien menderita diabetes.

Khusus bagi pasien yang dicurigai menderita diabetes tipe 1, dokter akan merekomendasikan tes autoantibodi untuk memastikan apakah pasien memiliki antibodi yang merusak jaringan tubuh, termasuk pankreas.

Baca juga : Gejala dan Tanda Berisiko Terkena Penyakit Diabetes Yang Penting Diketahui

Pengobatan Diabetes

Untuk mengobati diabetes, pada dasarnya menjaga agar kadar gula darah jangan sampai meningkat, tapi juga jangan turun drastis. Biasanya pasien diharuskan oleh dokter untuk mengatur pola makan. Menghindari makanan berkadar glukosa tinggi atau berlemak tinggi. Selain itu juga harus rajin bergerak dan berolahraga, serta menjaga berat badan ideal.

Selain itu ada juga pasien yang membutuhkan terapi insulin melalui suntikan, yang bertujuan untuk mengatur gula darah sehari-hari. Ada juga pasien yang akan diberikan resep obat-obatan untuk menjaga kadar glukosa dalam darah agar tidak terlalu tinggi.

Bagi Anda yang ingin melakukan pengecekan kondisi tubuh terhadap penyakit diabetes dan juga berbagai penyakit lainnya, Homecare24 menyediakan layanan Lab Test yang  bisa dilakukan di rumah Anda.