badai sitokin (1)
August 24, 2021

Akibat terserang badai sitokin, artis sekaligus Youtuber Deddy Corbuzier mengalami kondisi kritis yang hampir merenggut nyawanya. Melalui akun YouTube-nya dia menceritakan kondisi paru-parunya rusak hingga 60% akibat terserang badai sitokin, setelah sebelumnya sempat menderita Covid 19. Bukan hanya Deddy Corbuzier, banyak pasien Covid yang mengalami hal serupa.  

Apa Itu Badai Sitokin

Badai sitokin memang menjadi salah satu penyebab kematian terutama pada pasien Covid 19. Sitokin sendiri merupakan protein kecil yang yang dihasilkan oleh sel-sel tubuh yang mulai diproduksi saat tubuh mengalami infeksi. Sitokin memiliki peran penting dalam membantu sistem kekebalan berfungsi dengan baik. Tugas sistem kekebalan adalah mencari dan menghancurkan patogen (virus, bakteri, dll) yang menyerang dan mencoba membahayakan tubuh.

Namun, terkadang sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi berlebihan dan melepaskan terlalu banyak sitokin. Apabila tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin justru merugikan tubuh karena dapat mengakibatkan peradangan pada organ tubuh tertentu.

Ketika tubuh mendeteksi adanya virus Covid 19 yang menyerang paru-paru, maka  ia memicu respon sistem kekebalan tubuh untuk datang ke organ tersebut untuk menyerang virus. Ketika respon berlebihan maka dapat mengakibatkan peradangan pada organ paru-paru tersebut, itulah yang menyebabkan terserang badai sitokin. Semua yang terinfeksi Covid -19 tubuhnya akan memproduksi sitokin, tapi ada yang sampai berlebihan yang mengakibatkan peradangan berat dan ada yang radangnya ringan saja.

Gejala Yang Perlu Diwaspadai

Penting untuk mengetahui apa saja gejala saat tubuh terserang badai sitokin. Karena semakin cepat pasien mengetahui, maka dapat segera mencari bantuan medis agar bisa ditangani dengan secepatnya. Jika dapat ditolong dengan segera, maka semakin kecil risiko organ tubuh akan mengalami kerusakan atau peradangan yang parah. Berikut ini beberapa gejala badai sitokin :

–              Demam tinggi

–              Peradangan (kemerahan dan bengkak)

–              Ruam

–              Kelelahan parah

–              Mual parah

–              Perubahan status mental

–              Peningkatan denyut jantung

–              Pernapasan cepat yang tidak normal

–              Tekanan darah rendah

–              Pembengkakan kelenjar getah bening

–              Pembesaran organ, terutama hati dan limpa

Cegah Badai Sitokin

Karena dapat menyebabkan kematian, pentingnya juga untuk mengetahui bagaimana cara untuk mencegah serangan ‘badai’ mematikan ini. Munculnya badai sitokin bisa dibilang sangat sulit diprediksi lantaran imunitas setiap orang bereaksi berbeda saat terserang Covid-19. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

–              Jangan Terinfeksi Covid 19

Agar tidak terserang badai sitokin, sebisa mungkin jangan sampai terpapar Covid-19. Karena ini menjadi penyebab pemicu serangan ini. Jadi jangan lupa untuk selalu jaga protokol kesehatan, karena Covid 19 masih ada.   

–              Segera Ke Rumah Sakit

Namun jika terpapar Covid 19, penting untuk mewaspadai berbagai gejala badai sitokin. Kalau gejala terasa memburuk, sebaiknya langsung mencari pertolongan ke rumah sakit meski saturasi oksigen masih bagus. Dilansir dari kompas.com, dr RA Adaninggar, SpPD, spesialis penyakit dalam, menjelaskan bahwa badai sitokin bisa diatasi bila si penderita melakukan pemantauan ketat selama infeksi Covid-19. “Waspada bila muncul demam tinggi setelah hari kelima, batuk/sesak yang tambah parah, dan penurunan bertahap saturasi oksigen,” ujarnya.

–              Cegah Peradangan

Adanya serangan ‘badai’ mematikan ini dapat meningkatkan peradangan pada organ tubuh yang diserang. Oleh karena itu untuk mencegah serangan ‘badai’ ini lebih dahsyat, maka biasanya dokter akan mencoba untuk menyetop peradangan yang terjadi. Hal ini yang juga diungkapkan oleh dr Gunawan, spesialis penyakit dalam penjelasannya saat menangani Deddy Corbuzier yang terserang badai sitokin.

–              Pola Hidup Sehat

Penting untuk biasakan pola hidup sehat, karena itu salah satu cara untuk menghindari terpapar Covid 19. Andaikan masih juga terpapar Covid 19, maka mereka biasa melakukan pola hidup sehat akan sangat membantu untuk mempercepat proses pemulihan tubuh yang terinfeksi virus.

–              Olahraga teratur

Salah satu pola hidup sehat yang dapat dilakukan untuk mencegah badai sitokin yaitu dengan rutin berolahraga. Aktivitas olahraga secara teratur dapat menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh. Setidaknya, orang dewasa harus olahraga sedang selama 150 menit per minggu. Misalnya, olahraga 25 menit selama enam hari atau 30 menit selama lima hari. Rajin berolahraga secara teratur juga dapat menjaga kondisi paru-paru dalam keadaan yang prima, dengan begitu bisa mencegah efek peradangan semakin parah.

–              Konsumsi makanan sehat

Cara lain untuk menjaga keseimbangan sistem kekebalan tubuh yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat. Pastikan untuk makan banyak buah dan sayuran, memasak daging dengan benar, dan tidak terlalu banyak mengonsumsi gorengan.

–              Jaga makanan yang meningkatkan sistem kekebalan

Ada beberapa makanan yang diketahui dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu harus dihindari atau tidak dikonsumsi secara berlebihan. Jenis makanam itu seperti elderberi, jeruk, paprika merah, brokoli, pepaya, dan kiwi.

–              Konsumsi makanan cegah peradangan

Di sisi lain, ada beberapa makanan yang dapat membantu mencegah peradangan dalam tubuh. Beberapa jenis makanan tersebut yaitu seperti kunyit, merica, thyme, oregano, makanan laut, minyak ikan, serai, rosemary, sage, dan delima.

–              Jangan merokok

Dengan tidak merokok berarti Anda menjaga kondisi paru-paru tetap sehat. Dan andaikan terserang badai sitokin, maka paru-paru Anda akan lebih mampu melawan perdangan, dengan begitu sakit yang diderita tidak semakin parah dan dapat sembuh lebih cepat.

–              Konsumsi  Vitamin D

Pasien Covid 19 memerlukan vitamin D yang cukup untuk mencegah kondisi kritis dan mempercepat proses kesembuhan. Vitamin D berfungsi dalam mengoptimalkan kerja sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus, atau pun bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Vitamin D yang tercukupi maka dapat meningkatkan kekebalan tubuh alamiah. Sistem kekebalan tubuh alamiah bisa mencegah badai sitokin terjadi. Saat terserang badai sitokin, itu disebabkan karena adanya zat-zat yang dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh adaptif. Vitamin D berperan menurunkan kekebalan tubuh adaptif, sehingga badai sitokin bisa menurun.