vaksin pfizer
August 25, 2021

Vaksin Pfizer kini sudah mulai digunakan di Indonesia, setelah sebelumnya vaksin Sinovac, Sinopharm dan Astrazeneca yang sudah lebih dulu diandalkan untuk program vaksinasi Covid 19. Vaksin Pfizer kini sudah mulai diberikan kepada masyarakat di tengah program vaksinasi yang masih terus dilakukan.  

Bagaimana Vaksin Pfizer Dibuat ?

Vaksin Pfizer dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech, yang bekerja sama dengan perusahaan farmasi Pfizer asal Amerika Serikat. Pfizer dibuat berbasis teknologi messenger RNA (mRNA). Dengan menggunakan gen sintetis yang lebih mudah diciptakan, membuat vaksin ini dapat diproduksi lebih cepat dibanding teknologi biasa.

Cara Kerja

 Dilansir laman resmi Pfizer, dengan memakai teknologi mRNA, tubuh seseorang akan disuntikkan kode genetik yang mirip dengan virus Covid 19. Kemudian imun dari tubuh seseorang tersebut akan diajari untuk memberikan respons perlawanan.

 Cara kerja vaksin Pfizer berbeda dengan vaskin Sinovac yang menggunakan cara ‘tradisional’. Vaksin tradisional ini vaskin dibuat dengan menggunakan vaksin Covid 19 yang dilemahkan atau tidak aktif. Dan ketika vaksin ini disuntikan ke tubuh seseorang, maka akan memicu respons kekebalan atau antibodi.

Berbeda dengan Pfizer, mRNA yang terkandung di dalamnya akan mengajari sel tubuh cara membuat protein yang memicu respons imun di dalam tubuh. Respons imun ini yang menghasilkan antibodi yang melindungi kita dari infeksi jika virus Covid 19 yang sebenarnya masuk ke tubuh kita.

Secara rinci, cara kerja vaksin Pfizer dengan teknologi mRNA adalah sebagai berikut:

1.            Vaksin yang mengandung mRNA Covid-19 disuntikkan di otot lengan atas.

2.            Setelah itu mRNA akan masuk ke dalam sistem sel imun tubuh yang akan digunakan untuk membuat protein.

3.            Setelah protein dibuat, sel imun tubuh akan menghancurkan mRNA dan membuangnya.

4.            Selanjutnya, sel tersebut akan menampilkan protein di permukaannya.

5.            Sistem kekebalan tubuh akan mengenali bahwa protein tidak seharusnya ada di sana dan mulai membangun respons kekebalan dan membuat antibodi, seperti yang terjadi pada infeksi alami terhadap Covid-19.

6.            Dan akhirnya tubuh telah belajar bagaimana melindungi dari infeksi di masa depan.

Baca juga : Daftar Hoax Seputar Vaksin dan Jawabannya Yang Benar

Berama Lama Daya Tahannya ?

Menurut Pfizer, perlindungan atau antibodi yang terbentuk dari vaksin Pfizer mulai berkembang dalam rentang waktu 28 hari setelah vaksinasi dosis pertama. Sementara perlindungan penuh, akan didapatkan 7 hari usai menerima dosis kedua.

Seberapa Ampuh?

Melansir laman resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO), vaksin Pfizer memiliki tingkat efikasi atau keampuhan sebesar 95 persen terhadap infeksi Covid 19 yang bergejala. Selain itu banyak studi yang menunjukkan bahwa Pfizer ampuh melawan varian virus. Disebutkan bawah dua dosis vaksin Pfizer 90 persen efektif untuk membantu pasien rawat inap yang terinfeksi Covid 19 varian delta, agar tidak bertambah gejalanya dan mencegah kematian.  Dan ini sudah terbukti di Inggris yang menggunakan vaksin Pfizer, tingkat kematian akibat Covid 19 sangat rendah.

Selain itu juga disebutkan Pfizer juga ampuh untuk menghadapi varian Beta asal Afrika Selatan. Dalam jurnal yang dipublikasi oleh The New England Journal of Medicine (2021), mereka yang menerima dua dosis vaksin Pfizer memiliki kemungkinan 75 persen lebih kecil untuk tertular Covid-19 varian Beta, dibandingkan orang yang tidak divaksinasi. Dan ini sudah terbukti di Qatar. Selain itu, Pfizer juga memiliki perlindungan hampir total dari penyakit parah yang disebabkan oleh jenis varian Beta.

Vaksin Pfizer di Indonesia

Vaksin ini akan diberikan secara gratis. Dilansir laman resmi Kemenkes RI, pada tahap awal ini, vaksin buatan Pfizer tersebut akan didistribusikan ke wilayah seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Tanggerang Selatan dan Bekasi.

Yang Bisa Menerima

Mengutip dari akun instagram Pemda DKIJakarta (@dkijakarta), ada sejumlah persyaratan bagi yang dapat disuntikan vaksin Pfizer, antara lain : 

–              Berusia di atas 12 tahun

–              Belum pernah divaksin Covid 19 dosis 1 dan 2

–              Bisa diberikan untuk ibu hamil atau ibu menyusui

–              Prioritas bagi pengidap autoimun, komorbid berat, penyakit kronis dan gangguan imunologi lainnya. Namun harus dengan surat rekomendasi dokter.

Efek Samping

Sama dengan penggunaan beberapa jenis vaksin Covid 19 lainnya, penggunaan Pfizer juga berisiko menimbulkan efek samping bagi penerima vaksin ini. Namun, efek samping yang ditimbulkannya ini  bisa sembuh dengan sendirinya. Timbulnya efek samping ini merupakan tanda bahwa vaksin sedang bekerja. Berikut adalah beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan Pfizer :

– Nyeri pada area penginjeksian vaksin.

–  Kemerahan pada area penginjeksian vaksin

– Bengkak pada area penginjeksian vaksin

– Kelelahan

– Sakit kepala

– Demam

– Mual

Jika efek samping setelah vaksinasi ini tak kunjung sembuh atau malah makin memburuk, segera berkonsultasi dengan dokter terdekat atau pihak penyelenggara vaksinasi,.