kasus covid 19 di Indonesia (1)
September 7, 2021

Heboh kerumunan di restoran Hollywings Jakarta, menjadi bukti kesadaran masyarakat terhadap bahaya Covid 19 sudah mulai luntur. Setelah program vaksinasi Covid 19 digencarkan, kasus Covid 19 di Indonesia memang menunjukkan penurunan yang signifikan. Apalagi sudah banyak yang sudah selesai mendapatkan vaksinasi Covid 19. Hal inilah yang bisa jadi menjadi alasan banyak orang menganggap sudah aman dari Covid 19. Padahal kenyataannya banyak juga yang tertular Covid 19 meski sudah diberi suntikan vaksin Covid 19 dua kali.

Baca juga : Lebih Ampuh Mana? Ini Perbedaan Vaksin Sinovac, Astrazeneca, Pfizer dan Moderna

Atau karena sudah merasa jenuh di rumah saja dan butuh refreshing, hiburan dan liburan ke luar rumah, membuat banyak yang akhirnya tidak lagi memperdulikan protokol kesehatan. Apalagi lagi melihat kondisi di negara lain yang sudah bebas beraktivitas seperti biasa, membuat banyak sudah menilai kasus Covid 19 sudah selesai.

Negara yang berhasil mengatasi kasus Covid 19

Memang ada beberapa negara yang terlihat seolah sudah bebas dari kasus Covid 19. Banyak aktivitas yang sudah bisa dijalani secara normal di beberapa negara. 

  • Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) juga menjadi negara yang mengizinkan warganya untuk beraktivitas tanpa menggunakan masker. Namun, dengan syarat harus sudah melakukan vaksinasi Covid-19 secara penuh atau dua kali. Ketentuan boleh tidak menggunakan masker ini berlaku baik untuk aktivitas di dalam maupun luar ruang.

  • Italia

Italia sempat menjadi negara yang mengalami lonjakan kasus Covid 19. Kini Italia berhasil keluar dari masa kritis pendemi dan sudah memperbolehkan warganya untuk tidak menggunakan masker di luar ruangan. Ini juga karena sepertiga penduduk Italia di atas usia 12 tahun sudah divaksinasi Covid 19.

  • Cina

Cina menjadi negara yang pertama kali terkena kasus Covid 19, tepatnya di provinsi Wuhan. Namun, Cina juga menjadi negara yang paling pertama bangkit dari pandemi ini. Negara Tirai Bambu ini telah berhasil menanggulangi Covid-19 dan warganya sudah bebas berkumpul tanpa menggunakan masker.

  • Korea Selatan

Korea Selatan (Korsel) menjadi salah satu yang sudah membebaskan warganya dari penggunaan masker di luar ruangan mulai Juli. Namun ini berlaku bagi mereka yang sudah divaksin, setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Warga Koresel yang sudah divaksin setidaknya satu dosis diizinkan berkumpul mulai Juni.

Korea Selatan termasuk negara yang berhasil memvaksinasi 50% lebih warganya. Bahkan Korsel menargetkan akan melakukan vaksinasi setidaknya 70% dari 52 juta penduduknya pada September 2021.

  • Australia

Australia juga jadi salah satu negara yang tanggap menghadapi Covid-19. Saat kasus meningkat, langsung melakukan lockdown secara ketat untuk pengendalian. Warganya pun taat mengikuti protokol kesehatan sehingga kasus Covid 19 di negara ini bisa cepat diatasi. Tidak heran jika warganya sudah tidak diwajibkan menggunakan masker saat melakukan aktivitasnya. Meski ada kondisi tetap diwajibkan untuk menggunakan masker, seperti saat melakukan perjalanan dengan transportasi umum, saat berada di rumah sakit, dan lainnya.

  • Selandia Baru

Warga Selandia Baru sudah bebas dari penggunaan masker sejak April 2021. Keberhasilan Selandia Baru memberantas Covid-19 ini tidak lepas dari tindakan cepat pemerintahannya yang cepat melakukan lockdown.

  • Hungaria

Hungaria menjadi negara lainnya yang telah berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Salah satu caranya dengan sudah melakukan vaksinasi hampir sebagian besar warganya. Selain di negara ini juga sudah dibolehkan berkumpul tanpa menggunakan masker tapi harus di udara terbuka. Sementara acara di ruang tertutup berlaku untuk warga yang telah memiliki kartu vaksinasi.

  • Brunei Darussalam

Brunei merupakan dengan yang mencatatkan rekor terbaik di dunia dalam penanganan pandemi. Negara ini mampu bertahan selama 430 hari tak ada kasus infeksi Covid-19 lokal yang terjadi. Selain itu Brunei juga mencatat hanya tiga orang meninggal dunia akibat pandemi ini.

  • Bhutan

Bhutan juga salah satu negara yang sudah berhasil mengatasi pandemu. Ini karena negara ini telah memvaksinasi 90% warganya hanya dalam dua minggu. ejak awal pandemic. Bahkan di negara ini hanya memiliki satu kasus kematian karena Covid 19. Bahkan Bhutan mengendalikan situasi pandemi tanpa melakukan lockdown

Kok Bisa Sudah Bebas Covid 19 ?

Kenapa ada beberapa negara yang sudah berhasil mengatasi pandemi Covid 19. Ini tidak lepas dari berbagai upaya dan strategi yang dilakukan untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19, antara lain yaitu :

  1. Vaksinasi Massal

Faktor utama yang menyebabkan penyebaran Covid 19 bisa ditekan di beberapa negara, yaitu sudah melakukan vaksinasi masal ke sebagian besar warganya. Setidaknya sekitar 60% warganya sudah diberi suntikan pertama. Bahkan ada beberapa negara yang sudah melakukan vaksinasi ke 90% warganya. Dengan begitu negara tersebut sudah mencapai Herd Immunity atau kekebalan kelompok atau sebagaian besar warganya sudah memiliki imunitas terhadap Covid 19.

  1. Testing dan Tracing yang Masif

Selain vaksinasi massal, negara-negara yang kini sudah bebas tidak menggunakan masker, juga melakukan testing dan tracing yang masif pada penduduknya. Ini bertujuan untuk memutus penyebaran Covid 19 agar tidak meluas. Testing dan tracing juga dilakukan pada orang yang keluar masuk negara-negara ini, seperti di bandara.

  1. Pembatasan Sosial yang Ketat

Rahasia lain kenapa beberapa negara sukses mengatasi pandemic, karena melakukan lockdown atau pembatasan social yang ketat. Dengan begitu tidak terjadi kontak antar orang sehingga penularan Covid 19 bisa dicegah. Jika penularan minim maka virus pun akan berkurang dengan sendirinya.

  1. Patuh Protokol Kesehatan

Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah negara yang sudah berhasil mengatasi Covid 19, juga didukung oleh kepatuhan warga negaranya. Terutama dalam mematuhi protokol kesehatan. Dengan kolaborasi pemerintah dan warganya tidak heran jika beberapa negara berhasil mengatasi pandemi.

BOGOR/INDONESIA – JUNE 13, 2020: Commuters of Jakarta Commuter Line train at Bogor Station. Nowadays everyone have to use mask to prevent COVID-19.

Indonesia Sudah Aman dari Covid 19 ?

Sebenarnya Indonesia sudah melakukan berbagai hal yang sama dengan yang dilakukan negara-negara tersebut. Namun memang masih ada kendala di sana-sini. Sehinga Herd Immunity yang menjadi salah satu syarat bisa terbebas dari Covid 19 masih sulit dicapai hingga kini.

Seperti dikutip dari Antara, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa kekebalan kelompok atau Herd Immunity baru bisa tercapai jika mayoritas penduduk Indonesia sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

Namun kenyataannya hingga kini syarat Herd Immunity di Indonesia belum juga tercapai.  Menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 6 Spetember 2021, program vaksinasi Covid 19 di Indonesia sudah mencapai 32,1% dari total jumlah yang ditargetkan. Di mana pemerintah menargetkan akan memvaksin 208.265.720 warga guna mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap Covid-19. Ini berarti target yang harus dicapai masih sangat jauh. Padahal batas minimal untuk mencapai herd immunity yaitu 70% populasi. Apalagi untuk kalangan lansia, ternyata baru mencapai 20% dari total lansia yang ada di Indonesia. Untuk itu dalam upaya mempercepat tercapainya kekebalan kelompok terhadap Covid-19, pemerintah menargetkan penyuntikan sekitar 2,3 juta dosis vaksin per hari.

Baca juga : Agar Olahraga Aman dari Covid-19, Perhatikan 5 Hal Penting Ini

Sulitnya mencapai Herd Immunity juga dipengaruhi oleh efikasi pada jenis vaksin Covid yang digunakan di Indonesia. Hal ini diungkapkan Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono. Seperti diketahui kebanayakan program vaksinasi di Indonesia menggunakan vaksin Sinovac yang efikasinya baru mencapai sekitar 60-65%. “Kekebalan komunal atau herd immunity baru akan tercapai jika efektivitas vaksin di atas 80 persen. Namun tingkat imunitas populasi di Indonesia paling tinggi hanya 60 persen” ujarnya. Lebih lanjut menurut Pandu, program vaksinasi saat ini bertujuan lebih untuk menurunkan angka kematian akibat Covid-19 dan kasus Covid-19 dengan gejala berat.

Pun begitu dengan kondisi di Jakarta yang dikabarkan sudah berhasil melakukan vaksinasi Covid 19 kepada mencapai 100% warganya. “Walaupun cakupan vaksinasi sudah 100 persen, herd immunity  di DKI Jakarta sulit diwujudkan, karena vaksin yang digunakan umumnya hanya memiliki efektivitas 55 persen-60 persen.” tambahnya.

Bagaiaman Agar Indonesia Bebas Covid 19 ?

Lalu bagaimana agar pandemi Covid 19 di Indonesia bisa segera berakhir dan bebas beraktivitas secara normal? Untuk menuntaskan pandemi, Pandu mengatakan tidak bisa hanya mengandalkan program vaksin semata. “Ini karena tidak ada satu pun vaksin di dunia yang memiliki efektivitas 100 persen dalam mencegah Covid-19” katanya.

Oleh karenanya, penting untuk terus berusaha mengurangi risiko penularan virus, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas). Juga dibarengi dengan melaksanakan 3T (testing, tracing, treatment), dan tentunya mempercepatan program vaksinasi. “Dengan upaya itu, diharapkan pandemi bisa dikendalikan. Mungkin tidak bisa dihilangkan sama sekali. Tapi kita bisa mempertahankan supaya pelonggaran bisa dilakukan,” kata Pandu.

Baca juga : Daftar Hoax Seputar Vaksin dan Jawabannya Yang Benar

Jadi ingat ya..meski kasus Covid 19 di Indonesia cenderung menurun, namun masih belum aman dari Covid 19. Jika tidak mematuhi protokol masih memungkinkan untuk kembali terjadi lonjakan kasus Covid 19. Oleh karena itu perlu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan hingga kondisi bear-benar aman.