obat covid 19 (1) (1)
October 7, 2021

Obat Covid 19 terbaru ini diklaim mampu mencegah gejala berat dan kematian

Covid-19 diprediksikan akan menjadi penyakit biasa layaknya flu. Dan nampaknya hal itu akan menjadi kenyataan. Setidaknya tidak perlu khawatir lagi karena kini ditemukan obat Covid 19 terbaru bernama Molnupiravir yang diklaim ampuh menyembuhkan pasien Covid 19.

Saat ini vaksinasi Covid 19 dinilai berhasil dalam melawan penyakit ini karena sukses menekan kasus penularannya. Dan kini hadir obat Covid 19 yang diklaim ampuh untuk menyembuhkan mereka yang terinfeksi Covid 19 agar terhindar dari gejala berat dan kematian. 

Baca juga : Waspada Bahaya Kondisi ‘Squid Game’ Bagi Kesehatan

Obat Covid 19 sebenarnya sudah ada sejak pandemi ini mengganas beberapa waktu lalu. Sebut saja seperti obat Remdesivir yang kini menjadi satu-satunya obat untuk mengobati Covid-19 yang sudah disetujui FDA (Food and Drug Administration) atau badan obat dan makanan di Amerika.    

Dan yang terbaru, perusahaan farmasi ternama, Merck, yang bekerjasama dengan Ridgeback Biotherapeutics,  memperkenalkan obat Covid 19 yang diberi nama Molnupiravir.

Fakta Molnupiravir

Mungkin timbul pertanyaan seberapa ampuh obat Covid 19 Molnupiravir ini dalam menyembuhkan Covid 19? Dan apakah sudah aman dan boleh dikonsumsi? Berapa harganya? Untuk menjawab itu semua, berikut ini beberapa fakta tentang Molnupiravir :  

Baca juga : Awas! Lonjakan Kasus Covid di Indonesia Bakal Terjadi Lagi, Ini Penyebabnya!

  1. Awalnya Obat Flu

Awalnya obat Covid 19 ini sebenarnya dikembangkan sebagai obat influenza dengan dosis pemberian 2 kali sehari selama 5 hari, namun ternyata ampuh juga untuk melawan penyakit Covid 19. “Pada awalnya menemukan bahwa obat tersebut ampuh melawan virus influenza” ujar Dr Richard K Plemper, salah satu anggota tim peneliti obat Molnupiravir.

  1. Uji Klinis Berhasil

Obat Molnupiravir temuan Merck ini berasal dari uji klinis fase 3 acak yang dilakukan pada 775 pasien Covid-19 dewasa. Para pasien ini memiliki penyakit ringan hingga sedang dan dianggap berisiko, tetapi tidak dirawat di rumah sakit. Dan hasilnya ternyata mampu mengurangi gejala berat hingga kematian. Bahkan Merck mengklaim obat Covid buatannya ini juga efektif melawan varian virus corona, termasuk gamma, delta, dan mu.

  1. Terbukti Ampuh

Dari beberapa kali pengujian yang dilakukan oleh Merck, obat Covid 19 ini diklaim bisa mengurangi risiko gejala berat dan kematian pada pasien hingga 50%.

  1. Diberikan Secara Oral

Molnupiravir merupakan jenis obat yang cara pemberiannya secara oral atau ditelan melalui mulut. Berbeda dengan Remdesivir yang cara pemberiannya dengan cara disuntikkan ke ke aliran darah. Menurut informasi, Molnupiravir akan dibuat dalam bentuk kapsul.

  1. Cara Kerja

Cara kerja Molnupiravir bisa dikatakan mirip dengan Remdesivir. Molnupiravir bekerja dengan menyebabkan mutasi genetik yang menghambat virus, mirip dengan Remdesivir yang menyebabkan siklus reproduksi virus terhenti.

  1. Efek Samping

Merck sebagai produsen Molnupiravir mengklaim obat Covid ini tidak menyebabkan efek samping yang serius pada relawan dalam uji klinis yang pernah dilakukan. Adapun beberapa efek samping yang muncul sebagian besar efek ringan, seperti sakit kepala. Tetapi, sulit juga membedakan apakah efek samping itu muncul karena molnupiravir atau termasuk gejala Covid-19.

  1. Diproduksi Masal

CEO dan Presiden Merck Robert Davis mengatakan pihaknya optimistis obat Molnupiravir ini bisa memerangi pandemi. “Dengan hasil yang meyakinkan ini, kami optimis bahwa molnupiravir dapat menjadi obat penting sebagai bagian dari upaya global untuk memerangi pandemi ” kata Davis. Pemerintah federal Amerika merencanakan kemungkinan persetujuannya, dan berkomitmen untuk membeli 1,7 juta kursus pengobatan molnupiravir seharga US$1,2 miliar dan produksi obat telah dimulai.

  1. Harganya

Harga molnupiravir sepertinya akan dijual dengan cukup mahal. Korea Selatan diketahui sudah memesan molnupiravir untuk 18 ribu orang, dengan harga perawatannya diperkirakan mencapai 900.000 won per orang atau sekitar 10 juta rupiah.

  1. Belum Selesai Uji Klinis Fase 3

Meski diklaim sudah berhasil dalam uji klinis sebelumnya dalam mengurangi efek gejala berat dan meninggal pada pasein Covid 19, namun saat ini Mercks mengatakan baru saja menyelesaikan uji klinis fase 2 molnupiravir kepada 202 orang dewasa yang terinfeksi virus corona tanpa gejala. Berdasarkan hasil studi fase dua tersebut, sebanyak 182 partisipan yang melakukan tes swab PCR setelah mengonsumsi obat tersebut menunjukkan penurunan jumlah virus dalam tubuh.

  1. Kemenkes Akan Uji Coba

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, segala jenis obat-obatan yang didatangkan ke Indonesia harus melalui lampu hijau yang diberikan regulator Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dahulu. “Yang pasti kita tunggu selesai terlebih dahulu untuk uji klinis Molnupiravir,” kata Nadia seperti dilansir dari CNNIndonesia.com

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Kemenkes akan melakukan kajian dan uji klinis terhadap obat Covid-19, salah satunya Molnupiravir. “Untuk melakukan kajian dan uji klinis ini Kemenkes akan menggandeng Rumah Sakit dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)” ujarnya.

  1. Sudah Banyak Dipesan

Ternyata obat Covid 19 Molnupiravir ini sudah mulai diminati dan dipesan oleh beberapa negara, seperti Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Taiwan.