efikasi vaksin covid
October 13, 2021

Kondisi pandemi Covid 19 sudah mulai membaik. Ini tidak lepas dari gencarnya upaya vaksinasi Covid 19 yang dilakukan di Indonesia. Program vaksinasi ini menggunakan berbagai jenis merek vaksin Covid 19 yang memiliki nilai efikasi vaksin sudah sesuai standard WHO (World Health Organization) . Dan ternyata program ini mampu mengurangi penualaran Covid 19.  

Namun hal ini jangan membuat kita lalai dan merasa jumawa terhadap bahaya Covid 19. Risiko penularan virus yang bisa mematikan ini masih ada dan masih bisa terjadi meski sudah diberi vaksin Covid 19 hingga dua kali.  

Apalagi ternyata efikasi vaksin Covid 19 yang sudah disuntikkan ke tubuh, lambat lain bisa berkurang kemapuhannya. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung, Indonesia, Prof Kusnandi Rusmil, yang mengatakan efikasi vaksin Sinovac berkurang setelah 3 hingga 6 bulan setelah suntikan vaksin tersebut. Efikasi vaksin Sinovac yang semula 65,3 persen dapat berukuran menjadi 50 persen setelah beberapa bulan. Seperti diketahui, Sinovac merupakan jenis vaksin yang paling banyak digunakan pada program vaksinasi Covid 19 di Indonesia.

Baca juga : Lebih Ampuh Mana? Ini Perbedaan Vaksin Sinovac, Astrazeneca, Pfizer dan Moderna

Tidak hanya Sinovac, tingkat efikasi vaksin Moderna juga dilaporkan terus menurun terhadap varian baru virus Corona baru seiring berjalanannya waktu. Begitu juga dengan Pfizer dan AstraZeneca, seperti dilansir dari Kompas.com, sebuah hasil studi menunjukkan bahwa efikasi vaksin atau kemanjuran vaksin Pfizer dan AstraZeneca juga dapat menurun dalam waktu 3 bulan setelah suntikan dosis kedua diberikan. Terutama kemanjuran untuk untuk melawan virus corona varian Delta, yang terkenal ganas. 

Efikasi vaksin Pfizer akan turun menjadi 75 persen dari 85 persen. Sementara AstraZeneca turun dari 68 persen menjadi 61 persen. Penurunan itu terjadi pada minggu kedua setelah pemberian vaksin dosis kedua. Penurunan tingkat efikasi ini terlihat lebih jelas pada yang berusia 35 tahun ke atas. Produsen vaksin Pfizer sejak awal juga sudah menjelaskan tingkat kemanjuran vaksinnya lama-kelamaan akan melemah. Pun dengan vaksin AstraZeneca, yang hingga saat  ini masih meneliti sampai kapan vaksin ini dapat bertahan keampuhannya.

Soal menurunnya efikasi vaksin Covid 19 diakui CEO Pfizer, Albert Bourla, yang menyebutkan efektivitas vaksin Covid-19 buatan perusahaannya bisa turun setelah 4 hingga 6 bulan dari suntikan kedua, menjadi 84 persen. Di mana hasil studi menyatakan efektivitas vaksin Pfizer dari 96,2 persen pada suntikan kedua, secara bertahap bisa turun rata-rata 6 persen tiap dua bulan.

Kemampuan Vaksin Akan Hilang ?

Mengetahui jika efikasi vaksin Covid 19 bisa menurun, menimbulkan kecemasan dan pertanyaan apakah kemampuan vaksin Covid 19 lama-lama bisa hilang dan tubuh tidak ada perlindungan lagi dari infeksi Covid 19 ?

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, menegaskan, meskipun efikasi vaksin menurun, masyarakat tidak perlu khawatir akan kemampuan vaksin yang sudah disuntikan. Pasalnya, WHO telah menegaskan bahwa standar vaksin dengan kemampuan membentuk kekebalan yang baik yakni memiliki nilai efikasi atau efektivitas di atas 50%. Adapun vaksin yang digunakan di Indonesia saat ini memiliki efikasi sesuai dengan rekomendasi WHO.

Baca juga : Perbedaan Vaksin Baru Covid 19 (Sputnik V, Janssen, Condencia), Ada Yang Cukup Satu Kali Suntikan

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung, Prof Kusnandi Rusmil, menjelaskan kalau antibodi di tubuh masih ada, seandainya terkena infeksi Covid 19, antibodi yang dihasilkan pasca divaksinasi masih bisa menstimulasi kekebalan tubuh. “Jadi tidak usah khawatir,” terangnya. Lebih lanjut Prof Kusnandi menyebutkan, baik vaksin Sinovac, Pfizer, Astrazeneca dan jenis lainnya dinilai masih bisa menimbulkan respons imun tubuh yang baik melawan virus Corona, termasuk melawan varian baru seperti Delta hingga varian Mu. “Semua vaksin Covid 19, memiliki kemampuan 80 hingga 90 persen efektif melawan semua varian baru Corona” tambahnya. Selain itu Prof Kusnandi juga menerangkan bahwa vaksin masih bisa bertahan 1-2 tahun, termasuk melawan kemunculan varian baru. “Tapi untuk jangka waktu 5 hingga 10 tahun itu lain lagi,” tutupnya.

efikasi vaksin sinopharm

Efikasi Vaksin Menurun, Perlu Booster ?

Vaksin booster atau suntikan vaksin ketiga memang bisa dilakukan untuk meningkatkan keampuhan dua suntikan vaksin Covid 19 yang sudah dilakukan sebelumnya. “Kami sangat yakin dosis ketiga, booster, akan meningkatkan respons imun ke tingkat yang cukup melindungi dari varian baru Covid 19.” Ujar CEO Pfizer Albert Bourla. Menurutnya terhitung sejak pertama kali menerima vaksin Covdi 19, jika  sudah melampaui 9 bulan, dianjurkan untuk mendapatkan vaksin booster.

Namun, saat ini vaksin booster terutama di Indonesia lebih diprioritaskan untuk diberikan kepada para tenaga kesehatan, pelayanan publik dan lansia, karena mereka memiliki risiko paparan Covid 19 lebih tinggi.

Bagaimana dengan yang lainnya ? Prof Wiku Adisasmito, untuk menyikapi penurunan efikasi vaksin Covid 19 yang sudah disuntikkan, yaitu dengan tidak perlu khawatir dan tetap patuhi protocol kesehatan meski pandemic sudah mulai membaik. Menurutnya, ini karena setelah dosis vaksin pertama, kekebalan yang ditimbulkan memang akan turun. Oleh karena itu perlu untuk dilakukan vaksin dosis kedua agar kekebalan dapat terbentuk dengan optimal dan bertahan dalam waktu yang lebih panjang. “Vaksin yang telah disuntikan masih tetap memberikan kemampuan pembentukan kekebalan yang baik. Hal ini berdasarkan hasil uji laboratorium maupun pengujian dipopulasi terhadap varian baru secara global.” ujarnya.