aturan naik pesawat (1)
November 1, 2021

Buat Anda yang ingin pergi baik itu naik pesawat, kereta api, bus, mobil pribadi hingga kapal laut, perlu mengetahui apa saja yang menjadi syarat untuk bisa melakukan perjalanan tersebut. Karena jika tidak memenuhi syarat yang diberlakukan, bisa jadi perjalanan Anda akan gagal.

Seiring dengan perkembangan kondisi pandemi Covid 19 di Indonesia yang berangsur membaik, pemerintah beberapa kali melakukan perubahan pemberlakuan aturan perjalanan, baik itu naik pesawat atau moda transportasi lainnya.

Baca juga : Ini Alasan Aturan PPKM Terbaru Wajib Tes PCR Bagi Penumpang Pesawat

Agar tidak salah, berikut ini informasi ter-update mengenai beberap aturan yang diberlakukan oleh pemerintah jika ingin melakukan perjalanan menggunakan beberapa moda transportasi :

Aturan Perjalanan Naik Pesawat

Sebelumnya pemerintah pernah memberlakukan syarat wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR bagi yang ingin melakukan perjalanan dengan naik pesawat. Pemerintah mengklaim ada alasan mengapa memberlakukan tes PCR ini. Kemudian aturan ini diubah, dimana bagi yang melakukan perjalanan naik pesawat di luar Jawa-Bali, tidak wajib tes PCR tapi bisa cukup dengan tes Antigen.

Namun info ter-update (per 1/11/2021) pemerintah melalui Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan  bagi yang ingin naik pesawat atau perjalanan udara di wilayah Jawa-Bali tidak lagi harus melakukan tes PCR, melainkan cukup tes antigen saja. “Perjalanan akan ada perubahan yaitu wilayah Jawa-Bali, perjalanan udara tidak lagi harus pakai tes PCR, tapi cukup tes antigen. Sama dengan yang diberlakukan di wilayah luar Jawa non Bali,” katanya

Aturan lengkap bagi yang ingin melakukan perjalanan udara naik pesawat terbang, antara lain yaitu :

  1. Untuk penerbangan dari dan ke bandara di Jawa – Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Ini bagi pelaku perjalanan yang sudah divaksin dosis lengkap. Jika baru divaksinasi dosis pertama, maka harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

2. Untuk penerbangan antar-bandara di dalam wilayah Jawa – Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Ini bagi pelaku perjalanan yang sudah divaksin dosis lengkap. Jika baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama, wajib menyertakan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

3. Untuk penerbangan antar-bandara di luar Pulau Jawa dan Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen atau RT-PCR, sepanjang sudah divaksinasi dosis pertama. Terkait sampel hasil tes, aturannya sama seperti sebelumnya.

Selanjutnya : Perjalanan Darat, Kereta Api, Laut dan Logistik >>