November 10, 2021

Pemerintah berencana akan mulai melakukan pemberian vaksin booster atau suntikan vaksin Covid-19 ketiga, pada Januari 2022. Namun berbeda dengan vaskinasi pertama dan kedua, pada program vaksinasi ketiga ini tidak semua masyarakat akan diberikan secara gratis, alias ada yang harus berbayar jika ingin mendapatkannya.

Vaksin Booster Gratis

Untuk tahap, pemerintah berencana akan memberikan vaksin booster gratis untuk beberapa golongan masyarakat saja. Ini seperti yang dijelaskan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, seperti dilansir dari detik.com. “”Rencananya ke depan adalah pertama prioritasnya lansia dulu, karena lansia tetap yang berisiko tinggi.” jelas Budi.

Baca juga : Efikasi Vaksin Covid 19 Ternyata Akan Berkurang, Kekebalan Jadi Hilang?

Masih menurut Budi Gunadi Sadikin, pemerintah juga akan menanggung biaya pemberian vaksin booster kepada masyarakat yang termasuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Harga Vaksin Berbayar

Selain lansia dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin booster, maka harus membayar. Berapa harga ? Hingga saat ini pemerintah belum secara resmi menetapkan harga vaksin booster yang ditetapkan.

Namun Budi Gunadi Sadikin menjamin harga vaksin booster tidak akan mahal. Menurut perhitungan pemerintah, harga vaksin booster akan berkisar antara US$7-US$8 sekali suntik. “Artinya harga vaksin booster bisa dilakukan dengan harga sekitar Rp100 ribuan,” katanya.

Melansir dari detik.com, berdasarkan data dari UNICEF, berikut ini perkiraan harga vaksin Covid 19 yang saat ini digunakana di masyarakat :

  • Sinovac

UNICEF melaporkan harga untuk Sinovac di Indonesia adalah US$ 13,6 atau setara dengan Rp 193 ribu (asumsi Rp 14.253/US$).

  • AstraZeneca

Berdasarkan laporan UNICEF, vaksin AstraZeneca berbeda di berbagai negara. Seperti yang digunakan di Uni Eropa, Amerika Serikat, hingga India, yaitu berkisar US$ 2,19 hingga US$ 4.

Baca juga : Lebih Ampuh Mana? Ini Perbedaan Vaksin Sinovac, Astrazeneca, Pfizer dan Moderna

This image has an empty alt attribute; its file name is baner-link-Hc24-vit-c.jpg
  • Pfizer

Masih berdasarkan laporan UNICEF, vaksin Pfizer digunakan di Uni Eropa seharga US$ 23,15 atau Rp 329 ribu per dosis. Sedangkan di Amerika Serikat, Pfizer dibanderol seharga US$ 19,5 atau senilai dengan Rp 277 ribu. Dan yang paling murah di Afrika Selatan dengan harga US$ 10 atau Rp 142 ribu per dosis.

  • Moderna

Untuk vaksin Moderna dijual dengan harga US$ 15 atau setara dengan Rp 213 ribu di Amerika. Uni Eropa menetapkan harga untuk Moderna sebesar US$ 18 atau senilai Rp 255 ribu.

  • Sinopharm

UNICEF melaporkan harga vaksin Sinopharm di setiap negara bervariasi. Yang termurah di Argentina seharga US$ 9 atau Rp 127 ribu, hingga paling mahal di Hungaria US$ 36 atau Rp 511 ribu per dosis. Sementara di Indonesia, Sinopharm sudah dipakai untuk program Vaksin Gotong Royong, dengan harga vaksin Sinopharm Rp. 321.660 per dosis.

Baca juga : Perbedaan Vaksin Baru Covid 19 (Sputnik V, Janssen, Condencia), Ada Yang Cukup Satu Kali Suntikan

Beda Vaksin Boleh?

Banyak masyarakat yang bertanya apakah vaksin booster yang digunakan harus sama dengan dua vaksin sebelumnya atau bisa berbeda ? Menjawab pertanyaan ini, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan para pakar tengah menganalisis jenis vaksin Covid-19 yang diberikan untuk booster. “Kita juga sekarang sedang melakukan uji klinis dengan teman-teman dari perguruan tinggi apakah sama contohnya Sinovac-Sinovac-Sinovac, atau disebut homologus. Atau bisa berbeda atau heterologus, contohnya Sinovac-Sinovac-AstraZeneca.” Ujar Budi.

Lebih lanjut Menkes Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan pemberian dosis ketiga atau vaksin booster di Indonesia baru akan dilakukan jika 50 persen populasi masyarkat sudah divaksin dua dosis. Pemerintah saat ini tengah berusaha pemberian dua dosis vaksin Covid-19 kepada separuh populasi masyarakat Indonesia ditargetkan selesai pada Desember 2021. “Semua negara yang memulai booster itu dilakukan sesudah 50 persen penduduknya disuntik dua kali. Dan kita perkirakan ini akan terjadi di bulan Desember,” tutup Budi Gunadi Sadikin.