Fisioterapi (1)
November 19, 2021

Mungkin sebagian orang masih awam dengan fisioterapi. Padahal bisa jadi mereka pernah melakukannya, setidaknya pernah merasakan dipijat. Pijatan memang menjadi salah satu bagian dari fisioterapi.

Fisioterapi atau terapi fisik adalah salah satu jenis perawatan yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi fisik tubuh setelah terkena penyakit atau cedera. Fisioterapi juga bisa dilakukan untuk menjaga kondisi fisik agar terhindar dari cedera atau penyakit.

Fisioterapi dilakukan oleh fisioterapis, yaitu orang yang ahli dalam melalukan praktik terapi fisik. Fisioterapi bisa dilakukan pada semua rentang usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Baca juga : Fisioterapi atau Pijat, Ini Perbedaan dan Persamaannya!

Kapan Perlu Fisioterapi ?

Fisioterapi bisa dilakukan saat mengalami gangguan fungsi gerak atau area tubuh lainnya. Fisioterapi juga bisa untuk menyembuhkan gangguan lain seperti :

  • Tulang, Otot dan Sendi : seperti sakit punggung, sakit leher, sakit pundak, cedera dan lainnya.
  • Sistem saraf otak : seperti sakit kepala, stroke, multiple sclerosis (gangguan komunikasi antara otak dan seluruh tubuh), Parkinson (penyakit saraf yang memengaruhi gerakan tubuh).
  • Jantung : permasalahan yang perlu disembuhkan setelah terkena serangan jantung
  • Paru-paru : penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang menyebabkan sulit bernapas. Penyakit Cystic Fibrosis (penyakit keturunan yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket)

Fisioterapi tak hanya dilakukan pada orang yang sakit, tetapi bisa juga dilakukan pada semua orang sebagai tindakan pencegahan terhadap penyakit. Termasuk juga untuk para atlet yang memerlukan fisioterapi untuk memulihkan kondisi tubuh mereka setelah bertanding atau latihan.

 

Metode Terapi

Fisioterapi yang dilakukan oleh fisioterapis bisa dengan menggunakan metode manual atau menggunakan alat bantu. Ada beberapa cara atau metode fisioterapi yang dilakukan untuk mengembalikan kondisi fisik ke kondisi normal atau menjaga dari gangguan kondisi fisik. Antara lain yaitu :

  • Terapi Gerakan

Terapi ini berguna untuk membantu pasien melakukan gerakan tubuh tertentu yang dibantu fisioterapis. Gerakan ini dilakukan berulang kali dalam jangka waktu tertentu. Terapi gerakan ini tidak hanya dilalukan pada satu bagian tubuh, tapi juga bisa melibatkan seluruh tubuh. Beberapa terapi yang termasuk dalam latihan ini antara lain : peregangan otot, latihan sendi, berjalan, senam atau olahraga lainnya.

  • Terapi Manual

Terapi manual dilakukan dengan menggunakan tangan fisioterapis, seperti memijat, membantu menggerakan bagian tubuh, dan lainnya. Kegunaan terapi manual antara lain untuk meningkatkan fleksibilitas gerak tubuh, melancarkan aliran darah, mengatasi nyeri atau kaku pada sendi dan otot, serta memberikan relaksasi.

  • Terapi Okupasi

Ini adalah bentuk terapi untuk membantu pasien yang memiliki keterbatasan atau ketidakmampuan fisik, sensorik, atau kognitif (pikiran). Terapi ini diperlukan pada penderita gangguan fisik atau mental , anak yang mengalami keterlambatan bicara, dan lainnya.

  • Terapi Edukasi & Saran

Terapi ini lebih pada memberikan pengetahuan dan pendidikan mengenai gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal dan olahraga teratur. Ini juga menjadi salah satu bagian penting dari fisioterapi. Terapi ini juga bisa dalam bentuk memberikan saran mengenai posisi tubuh yang benar dalam menjalani aktivitas sehari-hari untuk mengurangi cedera dan nyeri. Bisa juga memnberikan edukasi mengenai teknik berolahraga yang benar.

  • Elektroterapi

Terapi yang disebut juga terapi listrik ini ini menggunakan alat bantu dengan daya listrik. Beberapa terapi jenis ini antara lain terapi saraf dengan stimulasi elektrik atau Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), yang akan mengirimkan sinyal listrik ke area tubuh yang mengalami gangguan untuk meredakan nyeri.

  • Hidroterapi

Terapi ini sebenarnya termasuk dalam terapi gerakan. Pada hidroterapi latihan gerak baik sebagai atau seluruh angggota tubuh dilakukan di dalam air.

  • Ultrasound

Terapi ini memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menangani cedera pada jaringan dalam. Terapi ini akan menstimulasi aktivitas sel. Tujuan terapi ultrasound adalah untuk mengurangi rasa nyeri, ketegangan, dan mempercepat proses pemulihan.

  • Terapi Lainnya

Selain metode-metode yang sudah disebutkan, fisioterapi yang bertujuan untuk membantu pasien juga bisa dilakukan dengan beberapa metode lainnya. Metode itu antara lain yaitu terapi suhu (panas atau dingin), latihan pernapasan, dan akupuntur.

Jika membutuhkan perawatan fisioterapi, baik saat berada di rumah atau di kantor, Anda bisa mendapatkan layanan ini dengan mudah. Karena cukup memesan jasa fisioterapis yang bisa datang ke lokasi Anda berada. Salah satunya dengan menggunakan layanan fisioterapi dari Homecare24, yang juga bisa diakses melalui app.homecare24.id