PPKM level 3 natal tahun baru (1)
November 23, 2021

Untuk mencegah terjadinya kembali ledakan kasus Covid-19, pemerintah jauh-jauh hari sudah mulai mengambil langkah tegas dengan memberlakukan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Ini untuk mencegah munculnya gelombang baru Covid-19 yang diprediksi bisa dipicu dari momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Selama libur Nataru, akan diberlakukan peraturan dan ketentuan PPKM Level 3,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam keterangan resminya.

Baca juga : Ini Aturan Terbaru Naik Pesawat, Kereta Api, Bus, Mobil Hingga Kapal Laut

Masa Berlaku PPKM Level 3

PPKM Level 3 akan berlaku mulai dari 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Hal ini bertujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat selama liburan Natal hingga awal Tahun Baru.

Ada Aturan Baru

Pemberlakuan PPKM level 3 saat Nataru nanti juga direncanakan adanya usulan aturan baru, seperti :

–               Dilarang acara outdoor dan indoor termasuk pesta petasan dan kembang api pada 20 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

–               Ibadah Natal dan Tahun Baru 24, 25 Desember 2021, dan 1 Januari 2022 disesuaikan dengan level daerah.

–               Kunjungan wisata pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 disesuaikan dengan level daerah.

–               Dilarangnya pawai, arak-arakan di tahun baru tanggal 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.

–               Pusat Perbelanjaan (Restoran, mal, pertokoan besar), tanggal 20 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 disesuaikan dengan level daerah.

–               Dilarang pulang kampung dengan tujuan yang tidak primer.

–               Pemerintah memperketat aturan perjalanan naik transportasi umum, minimal sudah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama.

–               Dilarang mengambil cuti dan memanfaatkan libur nasional saat Natal dan Tahun Baru selama PPKM Level 3, bagi ASN, TNI, POLRI dan karyawan swasta.

Aturan PPKM Level 3 Sebelumnya

Dalam kebijakan PPKM sebelumnya yang pernah berlaku sesuai Inmendagri terdahulu,  di antaranya mengatur :

–               Kegiatan di tempat ibadah maksimal kapasitas 50 persen.

–               Kegiatan di bioskop dan tempat makan minum maksimal kapasitas 50 persen.

–               Kegiatan di pusat perbelanjaan maksimal kapasitas 50 persen sampai pukul 21.00 dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

–               Menutup fasilitas umum seperti alun-alun dan lapangan terbuka.

Baca juga : Awas! Lonjakan Kasus Covid di Indonesia Bakal Terjadi Lagi, Ini Penyebabnya!

Tidak Ada Penyekatan

Aturan PPKM selama Nataru nanti dipastikan tidak ada penyekatan, namun mobilitas tetap diperketat. Tidak adanya penyekatan agar masyarakat dapat beribadah secara khidmat, khususnya bagi masyarakat yang akan merayakan Natal. Muhadjir akan berkoordinasi dengan para tokoh agama mengenai pembatasan selama libur Natal dan tahun baru. “Mobilitas tentu saja akan diperketat, terutama dalam kaitannya dengan protokol kesehatan, termasuk swab antigen mungkin juga ada yang perlu masih PCR, kemudian vaksin terutama mereka yang akan bepergian. Tapi intinya sesuai arahan bapak presiden tidak ada penyekatan,” ungkap Muhadjir.

Berlaku di Seluruh Indonesia

Aturan PPKM Level nantinya akan diberlakukan di seluruh wilayah Indonesia. “Selama libur Nataru, seluruh Indonesia akan diberlakukan peraturan dan ketentuan PPKM Level 3,” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Menunggu Inmendagri Terbaru

Pemberlakuan resmi aturan PPKM pada saat Nataru Desember 2021 ini masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru yang akan dikeluarkan selambat-lambatnya 22 November 2021.

“Kebijakan PPKM Level 3 saat Nataru bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19, tetapi ekonomi harus tetap bergerak. Pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan juga dilakukan di sejumlah destinasi. Utamanya di tiga tempat, yaitu di Gereja pada saat perayaan Natal, di tempat perbelanjaan, dan destinasi wisata lokal,” ujar Muhadjir.