varian baru covid 19 omicron (1)
November 29, 2021

Pandemi Covid 19 belum berakhir! Bahkan kini kembali dihebohkan dengan kemunculan varian baru Covid 19 yang bernama Omicron. Bahkan varian virus baru ini disebut lebih mengkhawatirkan dibandingkan varian sebelumnya. Varian baru Omicron pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan sejak itu juga terdeteksi di Inggris, Skotlandia, Jerman, Italia, Belgia, Botswana, Israel, dan Hong Kong.

1.     Asal Mula Omicron

Varian baru Covid 19 kembali muncul, bahkan disebut lebih ganas dari varian Delta yang selama dikenal mudah menular. Varian ini bernama Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.

Adalah dr Angelique Coetzee, seorang dikter, praktisi dan ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, yang menjadi salah satu orang pertama yang mencurigai adanya varian baru Covid 19 yang bernama Omicron.

Seperti dilansir dari Kompas.com, dr Coetzee menceritakan seorang pasien datang ke kliniknya pada pada 18 November 2021,. Dia merasa sangat lelah, nyeri tubuh dan sakit kepala selama dua hari. “Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan tes dan ternyata dia dan juga keluarganya positif COvid 19,”  katanya.

Bahkan ternyata ada banyak pasien lainnya yang datang dengan gejala yang sama. Akhirnya dr.Coetzee mencurigai ada sesuatu yang baru dari Covid-19. “Kami melihat banyak pasien Covid-19 yang tidak sesuai dengan gambaran klinis dari varian Delta” katanya.

Varian baru Covid 19 bernama Omicron akhirnya diumumkan oleh Institut Nasional Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan pada 25 November 2021, berdasar sampel yang diambil dari laboratorium pada 14-16 November.

Baca juga : Efikasi Vaksin Covid 19 Ternyata Akan Berkurang, Kekebalan Jadi Hilang?

2.     Gejala Varian Baru Omicron

Lebih lanjut dr.Coetzee mengatakan, sebagian besar dari pasien Covid 19 tersebut mengalami gejala yang sangat ringan dan tidak ada yang mengalami anosmia atau kehilangan indra penciuman atau perasa. Serta tidak ada yang mengalami penurunan kadar oksigen atau sesak napas.

“Keluhan klinis yang paling dominan adalah kelelahan parah selama satu atau dua hari. Kemudian ditambah sakit kepala dan tubuh pegal-pegal.”

Namun menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sejauh ini dampak dari varian baru Covid-19 ini belum terkonfirmasi. “Jadi, tiga kelompok bahaya; meningkatkan keparahan, meningkatkan transmisi, mengelak, menurunkan kemampuan dari infeksi dan vaksinasi.Untuk yang pertama, belum ada konfirmasi, untuk yang kedua, ketiga kemungkinan besar iya. Tapi belum konfirmasi sekali lagi. karena sedang diteliti terus oleh para ahli,” kata Menkes Budi dalam keterangan kepada pers.

3.     Menular Lebih Cepat

Meski secara umum gejala yang ada pada varian Omicron terbilang sangat ringan, namun penularannya lebih mudah dan lebih cepat. Disebutkan penularan Omicron (B.1.1.529) lebih cepat 5 kali dibanding varian asli virus corona SARS-CoV-2 yang pertama ditemukan di Wuhan China pada Desember 2019. Serta lebih mudah menular 4 kali dibandingkan varian Delta. Kenapa penularannya lebih cepat? Ini diduga karena varian baru Omicron bisa melawan atau menghindari sistem imun tubuh.

4.      Bisa Menghindari Imun Tubuh

WHO(World Health Organisation)  mengatakan varian Omicron memiliki lebih banyak mutasi dan beberapa di antaranya mengkhawatirkan. “Apa yang kita ketahui adalah bahwa varian ini memiliki sejumlah besar mutasi. Dan kekhawatirannya adalah kita Anda memiliki begitu banyak mutasi, itu dapat berdampak pada bagaimana virus berperilaku,” ujar Maria van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, seperti dilansir dari Kompas.com

Ini berarti meski baru ada sedikit kasus penularan varian baru Omicron, tetapi varian baru ini mengkhawatiran karena dengan jumlah mutasi yang banyak. Disebutkan varian Omicron memiliki lebih dari 30 mutasiyang terjadi pada protein spike, yaitu bagian virus yang menyerupai tonjolan paku ini digunakan virus untuk mengikat sel pada tubuh manusia.

Banyaknya mutasi ini bisa membuat virus menghindari sistem imun tubuh. Data awal penelitian virus baru ini juga menunjukkan adanya peningkatan risiko infeksi ulang akibat varian Omicron ini, dibandingkan dengan varian Covid 19 lainnya, seperti Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Baca juga : Lebih Ampuh Mana? Ini Perbedaan Vaksin Sinovac, Astrazeneca, Pfizer dan Moderna

5.       Cara Cegah Varian Omicron

Dengan kemampuannya yang lebih mudah menular, maka perlu tindakan untuk mencegah varian baru Omicron merajalela. Bagaimana caranya ? Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, seperti dilansir dari Republika, mendesak peningkatan vaksinasi Covid-19 untuk mencegah varian Omicron. Alasannya, varian baru tersebut berpotensi menimbulkan gelombang kasus berikutnya di Indonesia.

Selain itu pemerintah juga harus secepatnya mencapai target vaksinasi Covid-19 sebesar 90 persen di akhir tahun 2021. Lalu ia mengimbau masyarakat mengikuti vaksinasi sekaligus menaati protokol kesehatan.

Saat ini tidak bisa memprediksi secara pasti kapan Omicron akan masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus memperketat pintu masuk Indonesia dari luar negeri, seperti memastikan orang yang masuk negatif Covid-19 dari hasil PCR dan semuanya patuh prosedur karantina. Sejauh ini pemerintah sudah melarang arus masuk dari di Afrika Selatan dan memperketat aturan karantina. Dan jangan lupa, upaya lain untuk menghindari penularan Covid 19 termasuk varian baru Omicron, yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan. Tetap lakukan 5M : Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas.