Mengenal Long Covid, Gejala Setelah Sembuh dari Covid 19

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Petuah tersebut memang benar adanya. Dan ini juga berlaku saat kondisi pandemi Covid 19 saat ini. Memang Covid 19 bisa disembuhkan, dan sudah banyak yang berhasil sembuh setelah tertular Covid 19. Namun ternyata ada fenomena orang masih merasakan sisa gejala Covid 19, meski telah sembuh, atau yang disebut dengan Long Covid.

Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan Rapid Test, Swab Test dan Antigen Test

Sisa gejala yang dirasakan tersebut dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun psikis penderita. Bahkan gejala ini pun bisa dirasakan selama mingguan hingga bulanan. Walau masih merasakan gejala, bukan berarti orang yang mengalami Long Covid masih terinfeksi dan dapat menularkan ke orang lain. Orang tersebut hanya menderita efek jangka panjang akibat sudah pernah terinfeksi Covid 19.

Ada berbagai jenis gejala dari Long Covid. Namun beberapa gejala yang sering dirasakan adalah kelelahan, kesulitan untuk bernapas, nyeri sendi, anosmia (hilangnya penciuman), nyeri dada, batuk dan lainnya.

Yang Berisiko tinggi Long Covid

Berdasarkan survey pada 270 orang yang dilakukan CDC (Centers for Disease Control), lembaga kesehatan di Amerika, ada beberapa faktor yang mempengaruhi orang menderita Long Covid. Faktor tersebut antara lain memiliki tekanan darah tinggi, obesitas/kegemukan, atau yang memiliki gangguan mental.

Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan King’s College London menyebutkan mereka yang lebih berisiko terkena Long Covid yaitu wanita, berusia di atas 50 tahun, obesitas/kegemukan, memiliki penyakit penyerta asma, atau mengalami lebih dari 5 jenis gejala yang berbeda saat menderita Covid 19.

Baca juga : Positif Covid 19? Jangan Panik! Ada Layanan Kesehatan Datang ke Rumah

Namun tidak semua penyintas Covid 19 akan mengalami Long Covid. Namun pola serupa yang mengalami Long Covid terlihat di seluruh dunia. Sebuah penelitian di Italia menyebutkan 87,4% dari 143 pasien positif Covid-19 mengalami gejala Long Covid meski sudah dinyatakan sembuh. Penelitian di Irlandia menemukan sekitar 50% pasien COvid-19 masih mengeluh kelelahan yang tidak biasa selama 10 minggu setelah dinyatakan sembuh.

Mengapa hanya sebagian orang saja yang mengalami Long Covid ? Berdasarkan penelitian di King’s College London, Inggris, ada kemungkikan Long Covid berkaitan dengan kemampuan sistem imun seseorang yang berbeda-beda dalam melawan infeksi Covid 19. Apalagi ternyata Long Covid bisa dialami semua orang yang terinfeksi Covid-19 mulai dari yang gejala ringan, sedang hingga berat.

Mengapa Long Covid Perlu Diwaspadai ?

Long Covid perlu diwaspadai karena gejala ini tidak memilih-milih, dapat menyerang pria atau wanita, muda hingga orang tua. Bahkan Long Covid dapat menyebabkan peningkatan risiko masalah kesehatan sampai kerusakan organ jantung, paru, otak, sendi & otot serta kesehatan mental.

Namun andaikan mengalami Long Covid, tidak perlu panik. Yang perlu dilakukan yaitu tetap tenang, latihan napas, kendalikan stress, lakukan aktivitas fisik/berolaharga secara bertahap, lakukan konsultasi dengan dokter jika kondisi tambah berat atau ditemukan gejala baru.

Jadi lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? Lebih baik menjaga diri dan lakukan pencegahan agar tidak tertular Covid-19.

Baca juga : Ini Yang Harus Dilakukan Saat Divonis Positif Covid 19

Jangan lupa selalu melakukan berbagai hal untuk menjaga kesehatan agar tubuh selalu memiliki sistem imun yang kuat untuk mencegah virus Corona. Jika dirasa mengalami gejala gangguan kesehatan, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat. Atau Anda juga bisa tetap berada di rumah dan bisa melakukan pemeriksaan kesehatan. Cukup hubungi Homecare24 yang menyediakan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan. Termasuk pula layanan perawatan bagi Anda yang positif Covid-19 dan harus menjalani karantina di rumah, seperti layanan Corona Care


Artikel Lainnya