Pertanyaan Penting Seputar Vaksin Covid-19 dan Jawabannya!

Vaksinasi menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk menangani pandemi Covid-19. Diharapkan dengan menyuntikan vaksin, maka tubuh memiliki kekebalan melalui pembentukan antibodi yang akan melawan virus yang menginfeksi. Direncanakan mulai tahun 2021 vaksinasi akan masif dilakukan. Hingga saat ini pembuatan vaksin Covid-19 sudah sampai berada dalam tahap uji coba final.

Baca juga : Sakit Mata dan Delirium Jadi Gejala Baru Covid-19

Namun sejumlah keraguan masih membayangi vaksin Covid-19. Terutama soal efektivitas dan keamanan vaksin. Ini tidak lepas dari Covid-19 itu sendiri yang merupakan jenis penyakit baru, pun begitu dengan vaksinnya juga baru pertama kali dibuat. Tidak heran jika muncul berbagai macam pertanyaan seputar vaksin Covid-19.

Bagaiman proses pembuatan vaksin ?

Pembuatan vaksin harus melalui banyak tahap. Dimulai dari tes pra-klinis yang terkadang melibatkan pengujian pada hewan untuk menentukan apakah vaksin menghasilkan respons kekebalan yang diinginkan. Kemudian ada Fase 1, yaitu ketika para ilmuwan menilai keamanan awal obat pada sejumlah kecil orang.

Dilanjutkan dengan Fase 2 untuk menguji keampuhan vaksin pada virus. Para ilmuwan atau pembuat vaksin akan memberikan vaksin kepada sekelompok orang dalam jumlah lebih besar, biasanya dalam ratusan dan dipecah menjadi kelompok-kelompok, untuk melihat apakah respon dari vaksin yang disuntikkan. Tahap ini juga digunakan untuk menguji lebih lanjut percobaan keamanan vaksin. Kemudian masuk ke Fase 3, vaksin diperkenalkan kepada ribuan peserta dan darah mereka dibandingkan dengan mereka yang menerima plasebo (obat kosong).

Bagaimana cara kerja vaksin Covid-19?

Biasanya, vaksin meniru virus yang akan dilawan hingga menghasilkan antibodi dan kemudian membangun kekebalan. Cara pemberian vaksin juga sama seperti kebanyakan, yaitu dengan disuntikkan ke dalam tubuh. Penyuntikan vaksin ini tergantung pada jenis vaksinnya.

Vaksin Pfizer membutuhkan dua kali injeksi dengan selang waktu 21 hari. Sementara vaksin moderna yang juga membutuhkan dua kali injeksi diberikan dalam selang waktu 28 hari. Maksud diberikannya suntikan kedua untuk mengunggulkan sistem kekebalan hingga cukup baik untuk melawan virus corona.

Berapa lama perlindungan vaksin bisa bertahan?

Menurut produsen obat dan WHO, masih terlalu dini untuk mengetahuinya. Karena vaksin Covid-19 masih sangat baru, para peneliti tidak tahu berapa lama perlindungannya bisa bertahan. Ada kemungkinan bahwa dalam beberapa bulan setelah vaksinasi, jumlah antibodi dan sel-T pembunuh akan turun.

Apakah ada efek sampingnya?

Bisa jadi setelah penyuntikan vaksin, akan timbul beberapa efek samping, seperti nyeri di sekitar area suntikan, rasa lelah, sakit kepala, nyeri otot, dan mungkin demam. Efek samping yang parah tampaknya jarang terjadi. Tetapi biasanya hanya akan berdampak ringan dan segera sembuh dalam waktu satu atau dua hari setelah pemberian vaksin.

Berapa lama vaksin mulai melindungi tubuh?

Sekitar satu hingga dua minggu setelah pemberian vaksin kedua adalah ketika vaksin bisa memberikan respons kekebalan yang cukup untuk mencegah kasus Covid-19. “Tubuh akan membuat antibodi dalam beberapa minggu untuk melindungi Anda dari infeksi atau mempertahankan diri dari serangan virus, sehingga dapat mengurangi atau mencegah gejala yang parah, jika ada,” kata dokter Daniel B. Fagbuyi, MD dari Obama Administration Biodefense and Public Health Appointee.

Siapa saja yang akan diberi vaksin?

Vaksin diberikan untuk orang dengan kondisi sehat. Serta diberikan hanya kepada dewasa dengan rentang usia 18–59 tahun. Nanti dokter atau tenaga kesehatan yang menjadi petugas pasti akan melakukan pemeriksaan (screening) sebelum diberikan vaksin. Yang penting pada hari tersebut kita merasa sehat secara umum.

Apakah vaksin Covid-19 aman?

Pertanyaan ini sering kali muncul. Faktanya, survei yang dilakukan oleh Pew Research Center mengungkapkan 78% orang mengkhawatirkan kemunculan vaksin yang begitu cepat tanpa sepenuhnya memastikan keamanan dan keefektivannya. Ini dapat dimengerti karena biasanya prosesnya dari penelitian hingga uji coba memakan waktu sekitar 5–10 tahun, sementara vaksin ini didapatkan dalam waktu 8 bulan, sehingga akan nampak seperti pekerjaan yang terburu-buru.

Baca juga : Mengenal Long Covid, Gejala Setelah Sembuh dari Covid 19

Vaksin Covid-19 menggunakan teknologi “baru” yang disebut mRNA. Teknologi ini digunakan vaksin Pfizer dan Moderna. Menurut dr. Kimbrough, meskipun beberapa vaksin tertentu masih baru, namun secara umum (kronologi virus dimasukkan ke dalam tubuh) telah dikembangkan atau digunakan selama bertahun-tahun. Sehingga lebih mudah melihat vaksin yang sepenuhnya baru (belum pernah digunakan) sebagai hal yang menakutkan. Padahal konsepnya telah dipelajari selama bertahun-tahun pada ribuan sukarelawan. Dengan kata lain, hal yang benar-benar baru disini yaitu genetik khusus Covid-19.

Dalam pembuatan vaksin Covid-19 telah melalui praktik untuk memastikan keamanannya. Komisaris FDA (Food and Drugs Administration) Stephen Hahn baru-baru ini mengatakan kepada USA Today, “Ada beberapa langkah dalam proses otorisasi vaksin.

Apakah setelah divaksin berarti aman dari Covid-19?

Belum, karena tidak ada vaksin yang 100% efektif, tindakan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak akan tetap penting sampai kita mencapai tingkat keyakinan yang tinggi bahwa kita telah mencapai kekebalan kelompok. “Jika persentase yang populasi yang mendapat vaksin cukup besar maka pada pertengahan tahun 2021 kita tidak harus memakai masker dan menjaga jarak sosial,” kata Will Kimbrough, MD, direktur medis virtual nasional di One Medical.

Akankah vaksin bisa mengakhiri pandemi?

Yang perlu disadari vaksin tidak seketika memusnahkan pandemi. Kita harus sadari vaksin tidak bisa seketika menghilangkan pandemi, karena ada proses distribusi yang panjang, belum lagi jumlah penduduk yang banyak, di Indonesia saja mencapai 260 juta jiwa.

Ahli alergi dan imunologi di NYU Langone, Purvi Parikh, MD, mengatakan diperlukan waktu berbulan-bulan bagi cukup banyak orang untuk divaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok yang kami butuhkan untuk mengurangi penularan secara signifikan. “Meskipun vaksin ini memiliki khasiat yang besar, tetapi tidak 100 persen efektif, jadi Anda masih bisa sakit, meskipun mudah-mudahan lebih ringan, dan tetap menularkannya kepada orang lain yang berisiko. Jadi, tetap dibutuhkan keamanan dan kehati-hatian.”

“Sembari menunggu vaksin Covid-19 dan bahkan sampai vaksinnya ada nanti, kita harus terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan dengan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman.” Tambah dr Dirga Sakti Rambe MSc SpPD, seorang vaksinolog.

Kombinasi pemberian vaksin dan tetap mematuhi protokol 3M menjadi cara lebih jitu untuk segera menyudahi pandemi ini.

Ingat Covid 19 masih ada, tetap waspada! Selalu jaga kesehatan dan sistem imun tubuh. Dan jangan lupa untuk selalu melakukan kontrol jika ada penyakit bawaan yang diderita. Jika ragu ke rumah sakit, Anda juga bisa tetap berada di rumah dan bisa melakukan pemeriksaan kesehatan. Cukup hubungi Homecare24 yang menyediakan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan. Tapi jika dirasa mengalami gejala gangguan kesehatan, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke rumah sakit


Artikel Lainnya