Salah Kaprah Soal Tes Swab PCR, Ini Yang Benar!

“Saya sudah tes swab PCR kemarin dan hasilnya negatif, teman-teman saya juga. Berarti boleh dong saya mau liburan bareng mereka, dan gak apa-apa kan gak pakai masker di antara kami?”. Pertanyaan atau situasi semacam itu, mungkin sering kita jumpai.

Tes Swab PCR atau Swab Antigen belakangan menjadi salah satu syarat untuk memastikan kondisi kesehatan seseorang di masa pandemi Covid-19. Jika hasil tes-nya negatif, berarti kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan tidak terinfeksi virus Corona. Hal itu memang benar adanya.

Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan Rapid Test, Swab Test dan Antigen Test

Namun dengan hasil tes Swab PCR negatif, apakah menjadi jaminan bisa bebas beraktivitas secara beramai-ramai tanpa memperhatikan protocol kesehatan secara ketat?

Jawabnya : Tidak! Mengapa demikian ? Setidaknya ada 3 alasan mengapa meski hasil tes Swab PCR menunjukkan negative, tapi bisa ternyata belum aman dari Covid-19.

1. Risiko False Negative PCR

False Negative adalah kesalahan hasil tes yang sebenarnya kondisi tubuh positif Covid-19 tapi yang hasil pengetesan menunjukan negatif. Ini bisa terjadi karena sebenarnya tes Swab PCR tidak menjamin 100% aman. Tingkat sensitivitas tes Swab PCR itu sekitar 70–98%. Jadi masih ada peluang terjadinya false negative sebesar 2–30%. Nah bisa saja ternyata hasil tes PCR ternyata false negative dan bisa menularkan orang sekitar saat berkumpul tanpa protocol kesehatan.

2. Tes PCR Dilakukan Terlalu Dini Sejak Infeksi

Bisa saja ada risiko sebenarnya seseorang sudah terinfeksi Covid-19, namun saat dilakukan tes PCR ternyata masih dalam masa inkubasi virus. Ini membuat hasil tes PCR menjadi false negative. Sebagaiman terlihat pada gambar grafik di bawah ini :

Ternyata ada masa dimana virus sudah terinfeksi ke dalam tubuh, namun masih dalam masa inkubasi sehingga belum terdekteksi melalui tes PCR. Jadi bisa saja ternyata tes PCR yang dilakukan terlalu dini. Ini terbukti pada beberapa kasus yang sudah melakukan tes PCR pertama kali hasilnya negative. Tetapi beberapa hari kemudian dites kembali ternyata hasilnya positif. Coba bayangkan jika di masa jeda tersebut tidak menerapkan protocol kesehatan, maka bisa menularkan kepada yang lain.

3. Tes PCR Hanya Menunjukkan Kondisi Saat Dites

Tes PCR mendeteksi keberadaan materi genetic virus Corona pada sampel swab. Hasilnya positif atau negatif itu menandakan kondisi saat dites swab PCR, bukan menandakan atau ‘meramalkan’ kondisi tubuh di masa setelah tes. Karena ada kemungkinan baru tertular Covid-19 beberapa saat, jam atau beberapa hari kemudian setelah melakukan tes PCR. Jadi jika hasil PCR menunjukkan negatif, tetap patuhi protocol kesehatan secara ketat.

Baca juga : Positif Covid 19? Jangan Panik! Ada Layanan Kesehatan Datang ke Rumah

Jadi kesimpulannya, jangan merasa aman jika hasil tes PCR yang dilakukan menunjukkan negatif. Tetap patuhi protokol kesehatan secara ketat di manapun berada. Apalagi saat beraktivitas di luar rumah. Ingat! Tetap waspada, karena Covid-19 masih ada. Jangan lalai, karena Covid-19 masih mengintai!

Jika Anda memerlukan layanan Rapid Test, Swab Test atau Antigen Test, bisa menghubungi Homecare24. Selain itu juga tersedia layanan kesehatan ke rumah yang akan merawat Anda jika mengalami gangguan kesehatan. Juga ada layanan Corona Care bagi pasien positif Covid 19 yang melakukan isolasi di rumah.


Artikel Lainnya