Update! Virus Corona ( Covid-19 ) Kini Bisa Menular Melalui Udara

Selama ini kita mengetahui bawah penularan virus Corona atau Covid-19 terjadi melalui droplet dari penderita Covid-19. Droplet tersebut berasal dari semburan bersin atau batuk. Droplet tersebut bisa menyentuh tubuh orang lain jika tidak jaga jarak atau tidak memakai masker. Di mana orang lain bisa tertular Covid-19 dari droplet tersebut melalui hidung, mulut dan mata. Atau bisa juga penularan terjadi dari sentuhan droplet yang menempel pada benda, misalnya pada gagang pintu, tombol lift, meja dan lainnya.

Baca juga : 5 Hal Penting Agar Olahraga Aman dari Covid-19 Saat New Normal

Namun belakangan muncul informasi bahwa Covid-19 juga bisa menular melalui udara. Beberapa pakar menyebut virus Corona tidak hanya bisa menular melalui percikan air liur atau droplet, tetapi juga bisa menular lewat di udara atau dikenal juga dengan istilah airborne.

Sebenarnya informasi mengenai penularan virus Corona lewat airborne sudah pernah mencuat sebelumnya. Namun kala itu organisasi kesehatan dunia atau WHO (World Health Organisation) berkilah kemungkinan tersebut kecil, dan hanya terjadi lingkungan tertentu seperti di rumah sakit akibat alat yang bisa menimbulkan aerosol. Selain itu jaraknya pun tidak bisa menjangkau jauh, disebutkan kurang dari 1 meter.

Bahkan dalam update terbaru WHO tentang virus Corona yang dirilis 29 Juni 2020, Benedetta Allegranzi, pimpinan teknis WHO tentang pengendalian infeksi, mengatakan bukti virus Corona menyebar melalui udara tidak meyakinkan. “Terutama dalam beberapa bulan terakhir, kami telah menyatakan beberapa kali kami menganggap transmisi udara mungkin, tetapi tentu saja tidak didukung oleh bukti yang kuat. Ada perdebatan kuat tentang ini,” kata Allegranzi.

Namun belakangan kembali muncul klaim dari beberapa pakar kesehatan yang menyebutkan bawah virus Corona atau Covid-19 menyebar melalui udara dan bisa menular ke orang lain dengan cara menghirup udara yang telah tercemar virus. Bahkan seperti dikutip dari detik.com, Wakil Kepala Biro Sipil Shanghai, Zeng Qun, juga pernah menyebutkan Covid-19 bisa menyebar lewat udara tidak hanya melalui droplet atau percikan air liur. “Virus pada percikan liur yang membentuk aerosol di udara bisa menginfeksi bila terhirup” kata Zeng.

Baca juga : Saat Bersepeda, Lakukan Ini Agar Aman dari Covid-19

Hal ini kemudian diperkuat oleh hasil penelitian para ilmuwan dari berbagai negara. Sebagaimana di dikutip dari New York Times, sebanyak 239 ilmuwan di 32 negara telah mengirimkan surat terbuka kepada WHO yang diterbitkan pada Senin 6 Juli 2020 dalam jurnal Clinical Infectious Diseases. Mereka menguraikan bukti yang menunjukkan bahwa virus Corona memiliki partikel yang lebih kecil dan dapat menginfeksi manusia melalui udara.. Para ilmuwan tersebut pun mendesak WHO untuk merevisi rekomendasinya.

Dan setelah meninjau isi rekomendasi dari para ilmuwan tersebut, akhirnya WHO mengakui ‘bukti yang muncul’ dari penyebaran virus Corona baru di udara. “Kami telah berbicara tentang kemungkinan penularan melalui udara dan penularan aerosol sebagai salah satu mode penularan Covid-19,” pimpinan teknis untuk pandemi COVID-19 di WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan pada jumpa pers, sebagaimana dikutip dari laman Economic Times, Rabu, 8 Juli 2020.

Jadi, meski aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mulai dikendurkan, tidak ada alasan untuk pula mengendurkan protokol kesehatan terutama saat ingin beraktivitas di luar. Karena risiko ancaman penularan Covid-19 masih ‘bergentayangan’. Tetap jaga kesehatan !

Jangan lupa selalu melakukan berbagai hal untuk menjaga kesehatan agar tubuh selalu memiliki sistem imun yang kuat untuk mencegah virus Corona. Jika dirasa mengalami gejala gangguan kesehatan, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat. Atau Anda juga bisa tetap berada di rumah dan bisa melakukan pemeriksaan kesehatan. Cukup hubungi Homecare24 yang menyediakan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan. Termasuk pula layanan perawatan bagi Anda yang positif Covid-19 dan harus menjalani karantina di rumah, seperti layanan Corona Care dan Corona Chat Line.


Artikel Lainnya