Blog Cerita Perawat | Homecare24

“Karena hidup saya bisa bermanfaat untuk orang lain.”
Demikian yang dikatakan Nisaul Farika mengenai profesinya. Nisaul merupakan perawat lulusan Akademi Keperawatan Pamenang Pare, Kediri, pada tahun 2012.  Saat ini, perawat yang lahir di Kota Tahu itu mendedikasikan dirinya sebagai perawat homecare.

Sebagai perawat homecare, Nisaul mengaku sangat mendapatkan banyak pengalaman. Hal yang paling diingat adalah, “Ketika keluarga pasien bisa sangat dekat dengan saya seperti keluarga mereka sendiri.”

Nisaul juga telah berpengalaman menangani pasien Alzheimer dan demensia. Menurut Nisaul, menangani pasien tersebut harus dituntut sangat sabar dan lebih dari biasanya. Itulah fungsi perawat yang sesungguhnya.

Menjadi perawat, kata Nisaul, juga harus dituntut bisa mementahkan stigma di masyarakat yang meyebut bahwa seorang perawat itu judes, jutek, dan semacamnya. Caranya adalah, “Berikan sikap terbaik untuk mereka, buat mereka nyaman dan memiliki kesan yang baik.”

Perempuan yang  pernah bertugas di Rumah Sakit Umum Islam Madinah, Malang, Jawa Timur itu memiliki moto hidup, “Hidup terus bergerak, jika kita tidak bergerak, maka kita akan tergilas dan ditinggalkan.”


Apakah anda menyukai artikel ini?