Blog Tentang Edukasi Kesehatan | Homecare24

Bertambah tua atau menjadi tua merupakan kepastian. Tapi kemudian, tetap bugar di usia senja juga merupakan kepastian. Bahkan keharusan. Maka untuk selalu bugar saat sudah memasuki masa tua, ada banyak hal yang tentunya mesti menjadi perhatian.

Seorang blogger yang merupakan juga seorang dokter bernama Dini menyatakan dalam blognya, penyakit-penyakit pada usia lanjut (lansia) sering terkait dengan fenomena alami manusia di mana setelah terjadi kelahiran, perkembangan dan pertumbuhan sampai batas tertentu, lalu setelah itu timbul kemunduran fungsi organ, dan akhirnya terjadi kematian.

Terjadinya berbagai penyakit pada usia lanjut (lansia) adalah berdasarkan proses kemunduran fungsi organ saat manusia menempuh perjalanan hidupnya menuju kematian. Meski demikian, dokter yang juga ibu dari 4 orang anak itu menyatakan bahwa berbagai penyakit pada usia lanjut (lansia) sangat mungkin dicegah secara ilmiah menurut ilmu kedokteran.

Nah, inilah 9 jenis penyakit yang biasa diderita lansia:

1. Hipertensi 
Penyakit hipertensi pada usia lanjut (lansia) bisa dianggap biasa oleh kebanyakan orang yang belum paham tentang kesehatan. Kebanyakan dari mereka mengatakan jika tekanan darah 150/90 mmHg dialami oleh lansia, maka hal itu sangatlah biasa.

Hipertensi pada lansia dianggap biasa karena pada lansia telah terjadi perubahan fungsi tubuh terkait proses penuaan, sehingga menurut mereka, normal saja jika terjadi peningkatan tekanan darah pada lansia.


Padahal kenyataannya, tekanan darah tinggi 150/90 mmHg pada lansia dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi akibat tekanan darah yang tidak normal tersebut seperti penyakit jantung dan stroke.
 


2. Penyakit Jantung Koroner
Timbulnya penyakit jantung koroner biasa dikaitkan dengan seseorang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik dan memiliki profil lipid darah yang buruk. 

Penyakit jantung koroner bisa disebabkan akibat adanya sumbatan akibat penumpukan lemak pada pembuluh darah yang keluar atau menuju jantung.

Akibat adanya sumbatan lemak pada pembuluh darah jantung timbul gangguan peredaran darah yang keluar masuk jantung. Akibatnya jantung kesulitan mendapatkan oksigen untuk meregenerasi sel-sel yang rusak.

Dengan demikian, jantung mudah mengalami kerusakan dan akhirnya muncul penyakit jantung koroner.


3. Stroke
Stroke pada usia lanjut (lansia) paling banyak disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan penyakit kolesterol yang biasanya tidak disadari tanpa Anda melakukan cek darah untuk kolesterol. 

Tekanan darah tinggi dapat menekan pembuluh darah dari dalam sehingga pembuluh darah dapat pecah. Pecahnya pembuluh darah dalam otak menyebabkan stroke akibat perdarahan (Stroke hemorraghic) yang bisa mengancam nyawa saat itu juga.

Sedangkan kadar kolesterol jahat dalam darah yang tinggi dapat menyumbat pembuluh darah tak terkecuali pembuluh darah dalam otak menyebabkan stroke tanpa perdarahan, yang dalam istilah medis disebut sebagai stroke ischemic.


4. Kanker 
Penyakit kanker dahulu paling banyak ditemui pada usia lanjut, tapi tidak pada zaman sekarang. Gaya hidup serba instan membuat kebanyakan orang jarang melakukan olahraga dan makan makanan sehat yang alami.

Apalagi mereka yang bekerja dari pagi hingga larut malam. Kebanyakan orang akan memakan makanan yang mudah ditemui dan siap saji (junk food) yang sebenarnya sangat minim nilai gizi.

Makanan junk food biasanya mengandung pengawet makanan dan penyedap rasa yang jika dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu timbulnya kanker. 

5. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis)
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) sebenarnya sudah mulai berproses ketika seseorang mulai merokok. Paru-paru akan kesulitan untuk mendapatkan oksigen karena saluran napas yang menuju paru-paru mengalami gangguan.

Pada penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), perjalanan penyakitnya makin lama makin progresif. Tidak ada obat yang bisa mengembalikan fungsi paru seperti keadaan semula sebelum orang tersebut merokok.

Maka, sebelum penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) ini semakin berjalan lebih lanjut, hentikan merokok, mulai dari sekarang.


Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang sudah berlangsung lama biasanya menimbulkan kelainan jari berupa jari tabuh (clubbing finger).


6. Diabetes Mellitus Type-2 
Kebanyakan lansia memang mengidap penyakit Diabetes Melitus tipe-2 ini. Tapi sekarang zaman sudah bergeser, penyakit Diabetes Melitus tipe-2 ini sekarang menyerang anak dan remaja. 

Diabetes melitus tipe-2 pada usia lanjut (lansia) tanpa general check up, biasanya baru diketahui ketika lansia mengalami berbagai komplikasi.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda kenali lebih jauh 10 tanda klinis Diabetes Melitus tipe-2 ini agar Anda dapat lebih mewaspadai dan segera berkonsultasi dengan Dokter ketika gejala diabetes melitus muncul. 

7. Osteoporosis
Osteoporosis pada usia lanjut (lansia) sering terjadi. Sebenarnya, osteoporosis atau pengeroposan tulang sudah terjadi sejak usia 40 tahun, yang kemudian berlanjut hingga usia 85-90 tahun.

Osteoporosis adalah suatu keadaan di mana massa tulang Anda semakin lama semakin berkurang per unit volume, sampai tulang tidak bisa menopang berat badan Anda lagi. Puncaknya, jika pengeroposan tulang ini terus berlangsung, tulang Anda dapat mengalami patah tulang spontan meskipun tanpa aktivitas.


Yang terjadi pada tulang ketika osteoporosis ini, dapat Anda cegah dengan rajin berolahraga, terpapar sinar matahari pagi sebelum jam 8 untuk mendapatkan asupan vitamin D alami, makan makanan tinggi kalsium dan suplemen kalsium.
 

Hendaknya pencegahan osteoporosis ini Anda lakukan sebelum mencapai usia 35 tahun agar osteoporosis benar-benar dapat Anda cegah secara optimal.

8. Osteoarthritis
Pengapuran sendi (osteoarthritis) sering terjadi pada usia lanjut (lansia).Namun, tidak menutup kemungkinan, pengapuran sendi (osteoarthritis) dapat terjadi bahkan sebelum usia 40 tahun.

Osteoarthritis yang terjadi sebelum usia 40 tahun terkait dengan banyak tidaknya faktor risiko untuk terjadinya pengapuran sendi (osteoarthritis).

Semakin banyak faktor risiko pengapuran sendi, semakin mungkin orang itu mengalami pengapuran sendi (osteoarthritis).

9. Kolelithiasis
Kolelithiasis adalah istilah medis untuk penyakit batu empedu. Penyakit batu empedu sering dialami lansia terkait pola makan yang tinggi lemak dan minim serat.

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu empedu yang hanya bisa disembuhkan melalui jalan operasi ini.

Bila Anda memiliki keluarga yang saat ini sudah mulai memasuki usia senja mereka dan mengidap penyakit atau sedang menjalani masa rehabilitasi di rumah, dan Anda membutuhkan jasa perawat profesional ke rumah untuknya, pesan jasa perawat profesional di Homecare24.


Ditulis Oleh : Tim Homecare24


Apakah anda menyukai artikel ini?