Mengenal Diabetes

Diabetes melitus atau kencing manis adalah nama salah satu penyakit yang mungkin tidak manis sama sekali efeknya pada tubuh. Kebanyakan orang mengatakan bahwa kencing manis adalah penyakit keturunan, warisan dari kakek-nenek moyang. Benar, namun siapa yang mau mewarisi penyakit? Tentunya jika diminta untuk memilih, kita akan memilih untuk sehat. Benar tidak? Agar bisa menghindari penyakit ini, hal yang pertama harus dilakukan adalah mengenalnya dan memahaminya. Diabetes melitus menurut WHO adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh defisiensi produksi insulin secara genetik dan (atau) nongenetik oleh pankreas. Adanya kekurangan insulin mengakibatkan peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah, yang di kemudian hari merusak banyak sistem tubuh, khususnya pembuluh darah dan saraf. 

Pada dasarnya, ada dua jenis diabetes: 

1. Diabetes tipe 1 (sebelumnya dikenal sebagai insulin-dependent) terjadi saat pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup. Biasanya diakibatkan karena autoimun yang menyebabkan sistem ketahanan menyerang dan merusak sel-sel yang memproduksi hormon insulin pada pankreas. Bentuk ini paling sering berkembang pada anak-anak dan remaja, gejalanya dapat terlihat mulai dari bayi, anak-anak hingga dewasa, tergantung dari ketahanan tubuh masing-masing individu


2.  Diabetes tipe 2 (sebelumnya bernama non-insulin-dependent) diakibatkan adanya ketidakmampuan tubuh untuk merespon dengan baik pada hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Diabetes tipe 2 jauh lebih sering terjadi. Sekitar 90% dari semua kasus diabetes di seluruh dunia adalah diabetes tipe 2. Ini terjadi paling sering pada orang dewasa, tetapi seiring berjalannya waktu, penyakit ini juga ditemukan pada remaja.

Penanda genetik tertentu telah terbukti meningkatkan risiko diabetes tipe 1. Tak hanya itu, diabetes tipe 2 juga biasanya terjadi secara turun temurun dalam keluarga. Kedua jenis diabetes ini adalah penyakit kompleks yang disebabkan oleh mutasi pada lebih dari satu gen, serta dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor lingkungan ataupun gaya hidup.  

Studi berbasis populasi besar di Cina, Finlandia, dan AS baru-baru ini menunjukkan cara mencegah atau menunda timbulnya diabetes pada orang yang kelebihan berat badan dengan intoleransi glukosa ringan (IGT). Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa penurunan berat badan sekecil apapun dapat mengurangi kemungkinan terjadinya diabetes. Diabetes adalah penyakit serius dan memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit, sayangnya semakin lama penyakit ini semakin sering terjadi, terutama di negara-negara berkembang. Kabar baiknya, ada cara untuk mencegahnya dan atau mengendalikan pertumbuhannya. Kesadaran masyarakat mengenai faktor-faktor risiko dan gejala diabetes adalah salah satu langkah penting menuju pencegahan dan pengendaliannya.


Menghindari Diabetes

Kadar gula darah di dalam tubuh yang melebihi batas wajar bisa menyebabkan banyak hal buruk. Kadar gula darah yang tinggi bisa merusak sistem syaraf dan pembuluh darah dalam tubuh, pada akhirnya hal ini akan menyebabkan timbulnya komplikasi. Namun, itu bukanlah sesuatu yang tidak bisa dihindari, banyak hal yang bisa membantu kita untuk mencegah kadar gula darah melebihi batas wajar dalam tubuh. Gaya hidup sehat serta beberapa cara lainnya dapat membantu kamu untuk menjauhkan diri dari penyakit ini. Berikut tips yang bisa kamu lakukan untuk menghindari diabetes melitus:

  1. Lakukanlah pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up) setiap tahun atau enam bulan sekali. Dokter kamu biasanya akan memeriksa darah, urin, dan melakukan tes lain untuk memastikan kesehatan kamu. Pemeriksaan kesehatan sangatlah penting karena penderita diabetes melitus tidak memiliki tanda-tanda yang terlihat jelas dan memerlukan observasi dokter.

  2. Bergeraklah lebih banyak. Menjadi lebih aktif adalah salah satu hal terbaik yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi kemungkinan diabetes. Jika sudah lama tidak berolahraga, mulailah dengan aktivitas ringan dalam kegiatan sehari-hari seperti naik tangga atau melakukan peregangan. Aktivitas fisik adalah kegiatan yang harus dilakukan untuk mencegah diabetes karena itu dapat menurunkan kadar glukosa darah dan mengurangi lemak tubuh.

  3. Jika kelebihan berat badan, salah satu hal yang harus dilakukan adalah menurunkannya untuk mencegah diabetes. Dalam sebuah penelitian, orang yang menderita pradiabetes dan menurunkan berat badan sebanyak 5% s.d 7%, akan mengurangi peluang mereka terkena diabetes sebesar 58%.

  4. Hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah makanan. Pilihlah makanan dengan zat gizi yang lebih baik. Perbanyak konsumsi sayuran, terutama jenis yang tidak bertepung seperti bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya, brokoli, wortel, dan kacang hijau. Perbanyak buah-buahan sekitar 1 hingga 3 porsi per hari. Pilih makanan gandum utuh dan kurangi makanan gandum olahan misalnya beras merah, gandum dan soba. Selain itu, gantilah makanan berkalori tinggi. Minumlah susu tanpa lemak, pilihlah soda rendah kalori daripada soda biasa. Alih-alih mengemil keripik tinggi kalori tinggi dan makanan manis, pilihlah buah segar.

  5. Tidur cukup selama 8 jam dalam sehari, membantu menurunkan berat badan. Kekurangan tidur mempersulit tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif dan mungkin meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Atur kebiasaan tidur yang baik. Pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Jangan menonton TV atau menggunakan komputer atau smartphone ketika mencoba untuk tidur. Hindari kafein setelah makan siang jika mengalami kesulitan tidur.

  6. Jika kamu terlanjur terdiagnosa diabetes melitus, lalu kamu dapat mengatur asupan makanan dan cek kadar gula darahmu secara berkala. Ini adalah cara terbaik untuk menghindari komplikasi diabetes. Batasi konsumsi gula harian kamu sebanyak 50 gram gula atau setara dengan 5-9 sendok teh. Lalu, ceklah secara berkala kadar gula dalam darah. Kadar gula darah normal harus berada dalam kisaran 70 mg/dL sampai dengan 130 mg/dL (sebelum makan/dalam keadaan puasa. Sedangkan, jika setelah makan maka kadar gula dara harus kurang dari 180 mg/dL 2 jam).


Pada awalnya melakukan gaya hidup sehat dan mengurangi hal-hal buruk yang bisa meningkatkan risiko diabetes adalah hal yang sulit. Namun, seiring berjalannya waktu jika kita terus mencoba dan konsisten tidak ada hal yang tidak mungkin untuk dilakukan, Carepeople. Mari jaga kesehatan bersama dan hindari diabetes.

Referensi:

  1. Diabetes mellitus. (2010, November 22). Retrieved April 25, 2019, from https://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs138/en/ Fact sheet No. 138

  2. Type 2 Diabetes Prevention: How to Prevent Type 2 Diabetes. (n.d.). Retrieved April 25, 2019, from https://www.webmd.com/diabetes/preventing-type-2-diabetes 

  3. Yu, W. (n.d.). After a Prediabetes Diagnosis: How to Prevent Diabetes. Retrieved April 25, 2019, from https://www.webmd.com/diabetes/features/prediabetes-diagnosis-what-to-do#1


Apakah anda menyukai artikel ini?