Wah, di rumah mulai banyak nyamuk! Waspada terhadap demam berdarah dengue dan malaria ya, Carepeople. Kedua penyakit ini memang sama-sama disebabkan oleh gigitan nyamuk. Namun, jenis nyamuk penyebabnya berbeda, lho. Selain jenis, karakteristik dan cara penularannya pun berbeda. Demam berdarah dengue atau yang biasa disingkat DBD disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue yang ditularkan ke tubuh manusia melalui gigitannya. Sedangkan malaria disebabkan oleh nyamuk anopheles betina yang membawa parasit masuk ke peredaran darah manusia yang menuju sel-sel hati dan kemudian menyerang sistem tubuh. Di samping itu, kedua nyamuk ini juga hidup di tempat yang berbeda. Nyamuk aedes aegypti berkembang biak di air bersih, sedangkan nyamuk anopheles senang mendiami air kotor.

Meski ukurannya kecil, tapi jangan pernah menganggap remeh gigitan nyamuk ini, ya. Berdasarkan data WHO, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk menyebabkan korban jiwa sebanyak 725 ribu orang. Dan pada tahun 2017, WHO menyebutkan angka kematian akibat malaria ada sebanyak 435 ribu orang dari sekitar 219 juta kasus. Sedangkan, demam berdarah dengue menyerang 390 juta orang. Gejala awal dari kedua penyakit ini sangat mirip, yaitu ditandai dengan badan lemas yang disertai demam tinggi. Apabila kamu atau anggota keluarga ada yang menunjukkan gejala seperti ini, segera periksakan ke dokter ya, Carepeople. Jangan sampai salah mendiagnosis yang malah menyebabkan salah penanganan dini. Untuk membekalimu tentang demam berdarah dengue dan malaria, yuk simak penjelasan mengenai perbedaan gejala dan masa inkubasi keduanya di bawah ini.


Kenali Perbedaan Gejala DBD dan Malaria

Banyak orang yang terkecoh dengan gejala keduanya, karena sama-sama ditandai dengan demam tinggi. Untuk bisa membedakannya, kamu perlu mengetahui gejala lain dari demam berdarah dan malaria. Pada demam berdarah dengue, gejala biasanya akan muncul 4-7 hari setelah gigitan nyamuk yang diiringi dengan sesak napas, keringat dingin, mual dan muntah, nyeri pada perut, otot, sendi, dan tulang. Suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat celcius dan timbulnya pendarahan pada gusi, hidung, atau pada bagian bawah kulit yang terlihat seperti memar. Selain di bagian-bagian tubuh tersebut, darah juga dapat ditemukaan pada fases, urine, atau muntah. Suhu tubuh yang tadinya tinggi akan berangsur turun dalam waktu 7 hari dan disertai dengan ruam berwarna kemerahan yang muncul sekitar 2-5 hari setelah demam.

Pada malaria, gejala demam tinggi akan diikuti sakit kepala, nyeri pada tubuh dan otot, dan tubuh merasa dingin. Gejala yang paling membedakan antara demam berdarah dan malaria adalah pada penderita malaria tubuh akan menggigil dan mengeluarkan keringat berlebih. Perlu diketahui nih, Carepeople, bahwa malaria terdapat dua tingkatan, yaitu malaria ringan dan berat. Keduanya tentu memiliki gejala yang juga berbeda. Malaria berat biasanya sampai menyebabkan kejang, adanya gangguan pernapasan hingga gangguan kesadaran atau pingsan, mengalami disfungsi organ vital, adanya gangguan irama pada jantung, anemia berat, dan gagal ginjal.


Berbeda Masa Inkubasi dan Demam

Carepeople mungkin sudah sering mendengar istilah masa inkubasi. Tapi apakah Carepeople mengetahui artinya? Masa inkubasi adalah waktu yang diperlukan virus atau parasit untuk menyebar dalam tubuh hingga menimbulkan gejala. Virus dengue pada demam berdarah memiliki masa inkubasi 3-4 hari, sedangkan malaria membutuhkan waktu hingga 1-3 minggu. Masa inkubasi bisa lebih panjang atau lebih pendek tergantung pada respon tubuh masing-masing individu. Masa inkubasi malaria memang lebih lama, dikarenakan plasmodium yang ditularkan penyakit ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berkembang atau menginfeksi dalam tubuh. Ini yang menyebabkan gejala demam berdarah dan malaria berbeda. Demam berdarah biasanya menyerang secara mendadak, sedangkan malaria umumnya menunjukkan waktu yang lebih lama dari setelah gigitan nyamuk hingga muncul gejala.

Selanjutnya, gejala demam pada demam berdarah dengue biasanya berlangsung selama 2-7 hari yang disertai dengan gejala nyeri otot, bintik-bintik pada kulit, mimisan, atau gusi berdarah. Sementara demam yang terjadi pada malaria tergantung pada jenis parasit yang menyebabkannya, yaitu malaria tertiana, malaria kuartana, dan malaria tropikana. Malaria tertiana ditandai dengan gejala demam periodik 3 hari sekali, malaria kuartana selama 4 hari sekali, dan malaria tropikana ditandai dengan demam yang terus-menerus. Namun, ketiganya akan diawali dengan fase menggigil terlebih dahulu, kemudian demam disertai keringat berlebih, nyeri otot, mual dan muntah. Baik penderita demam berdarah ataupun malaria bisa saja menujukkan satu gejala atau lebih. Semua ini dipengaruhi oleh ketahanan dan respon tubuh yang berbeda-beda. Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter, ya.


Cegah Sebelum Terserang

Beberapa upaya yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari demam berdarah dan malaria di antaranya adalah dengan cara:

  1. Menerapkan hidup bersih, seperti menghentikan kebiasaan menggantung pakaian habis pakai di belakang pintu kamar atau di ruangan gelap. Mulai biasakan juga untuk menerapkan 4M, yaitu menutup, menguras, mengubur, dan mendaur barang-barang bekas.

  2. Mengatur cahaya di dalam rumah. Nyamuk sangat suka berdiam di tempat gelap, jadi pastikan ruangan di rumahmu terpapar cahaya yang cukup, terutama cahaya matahari langsung. Pasang juga kawat anti nyamuk di ventilasi jendela untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.

  3. Gunakan pakaian panjang dan longgar saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat masa aktif pesebaran kedua penyakit ini. Gunakan juga pakaian dengan warna terang, karena warna-warna terang tidak disukai nyamuk. Nyamuk senang menempel pada pakaian gelap.

  4. Menggunakan lotion anti nyamuk yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) saat beraktivitas dan sebelum tidur.  Namun, jangan gunakan produk lotion yang mengandung DEET pada anak usia di bawah 2 tahun ya, Carepeople.

  5. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai gejala demam berdarah dan malaria untuk penanganan secepatnya apabila kamu atau anggota keluarga ada yang menunjukkan gejala-gejalanya.



Referensi

  1. Disebabkan Nyamuk, Ini Perbedaan Malaria dan DBD. (2018, December 4). Retrieved from https://www.halodoc.com/disebabkan-nyamuk-ini-perbedaan-malaria-dan-dbd

  2. Sama-sama Karena Nyamuk, Ini Bedanya Gejala DB dengan Malaria. (2019, January 23). Retrieved from https://www.halodoc.com/sama-sama-karena-nyamuk-ini-bedanya-gejala-db-dengan-malaria

  3. Malaria dan DBD, Lebih Berbahaya yang Mana. (2019, March 22). Retrieved from https://www.halodoc.com/malaria-dan-dbd-lebih-berbahaya-yang-mana

  4. Demam Berdarah. (n.d.). Retrieved from https://www.halodoc.com/kesehatan/demam-berdarah  


Apakah anda menyukai artikel ini?