Bakterielle Vaginose

Bakterielle Vaginose

Apa itu Bakterielle Vaginose?

Bakterielle Vaginose

Bakterielle Vaginose adalah kondisi yang terjadi ketika keseimbangan bakteri yang sehat di vagina terganggu. Biasanya, vagina sehat mengandung sejumlah kecil bakteri yang berbeda, termasuk baik bakteri ‘baik’ maupun ‘buruk’. Namun, pada kasus bakterielle Vaginose, bakteri yang berbahaya mengambil alih dan menjadi dominan, menggeser keseimbangan yang seharusnya terjadi.

Ciri-Ciri Bakterielle Vaginose

Bakterielle Vaginose: Ursachen, Tipps + schnelle Hilfe

Tanda-tanda atau ciri-ciri yang mungkin menunjukkan adanya bakterielle Vaginose termasuk:

  • Keputihan yang berlebihan dari vagina
  • Aroma yang tidak sedap yang berasal dari vagina, terutama setelah hubungan seksual
  • Iritasi atau gatal pada vulva
  • Perubahan warna dan tekstur keputihan menjadi lebih berair dan abu-abu atau putih kekuningan

Klasifikasi Bakterielle Vaginose

Bakterielle Vaginose: Behandlung, Symptome, Ursachen | Focus Arztsuche

Bakterielle Vaginose dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahannya atau menurut tanda dan gejalanya. Beberapa klasifikasi yang umum digunakan adalah:

  • Bakterielle Vaginose Keputihan Asimptomatik: Tidak ada gejala yang tampak, tetapi tes laboratorium menunjukkan adanya perubahan dalam keseimbangan bakteri di vagina.
  • Subklinis Bakterielle Vaginose: Masih tidak ada gejala yang tampak, tetapi pemeriksaan medis menunjukkan adanya perubahan keseimbangan bakteri.
  • Bakterielle Vaginose Simtomatik: Tanda dan gejala yang melekat pada bakterielle Vaginose terlihat dan dapat dirasakan, seperti keputihan yang berlebihan, iritasi, atau gatal.

Jenis Bakterielle Vaginose

Bakterielle Vaginose | Prof. Dr. med. Werner Mendling

Ada beberapa jenis bakterielle Vaginose yang umum terjadi, termasuk:

  1. Gardnerella vaginalis: Bakteri ini dianggap sebagai penyebab utama bakterielle Vaginose.
  2. Bakteri anaerob: Kelompok bakteri yang hidup dalam lingkungan yang rendah oksigen dan dapat menyebabkan perubahan keseimbangan di vagina.
  3. Mycoplasma hominis: Bakteri ini juga dikaitkan dengan perkembangan bakterielle Vaginose.

Cara Berkembang Biak Bakterielle Vaginose

Proses perkembangbiakan dan pertumbuhan bakteri di vagina dapat terpengaruh oleh beberapa faktor, termasuk:

  • Penggunaan antibiotik: Penggunaan antibiotik yang berlebihan atau tidak tepat dapat mengganggu keseimbangan bakteri di vagina dan menyebabkan perkembangan bakterielle Vaginose.
  • Perubahan hormonal: Perubahan hormonal yang terjadi selama siklus menstruasi atau kehamilan dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri dan memicu perkembangan bakterielle Vaginose.
  • Praktik seksual: Aktivitas seksual yang tidak sehat atau sering bergonta-ganti pasangan seksual dapat meningkatkan risiko bakterielle Vaginose.

Contoh Bakterielle Vaginose

Banyak wanita mungkin merasakan gejala atau tanda-tanda bakterielle Vaginose pada suatu waktu dalam hidup mereka. Berikut adalah beberapa contoh yang menggambarkan bagaimana kondisi ini dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari:

Contoh 1:

Seorang wanita yang aktif secara seksual merasakan perubahan dalam keputihan dan juga aroma yang tidak sedap dari vagina. Dia mungkin mengalami keputihan yang berlebihan dan iritasi pada vulva. Hal ini mungkin mempengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup seksualnya.

Contoh 2:

Seorang wanita yang sedang hamil tiba-tiba mengalami perubahan keputihan dan mengamati kehadiran aroma yang tidak biasa. Ini mungkin mengkhawatirkannya karena bisa mempengaruhi kesejahteraan bayi yang sedang dikandungnya. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Kesimpulan

Bakterielle Vaginose adalah suatu kondisi yang terjadi ketika keseimbangan bakteri yang sehat di vagina terganggu. Tanda dan gejalanya meliputi keputihan berlebihan, aroma yang tidak sedap, iritasi, dan gatal pada vulva. Terdapat beberapa jenis bakteri yang dikaitkan dengan perkembangan bakterielle Vaginose, termasuk Gardnerella vaginalis, bakteri anaerob, dan Mycoplasma hominis. Faktor-faktor seperti penggunaan antibiotik, perubahan hormonal, dan praktik seksual yang tidak sehat dapat mempengaruhi perkembangbiakan dan pertumbuhan bakteri di vagina. Penting untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat jika Anda mencurigai adanya bakterielle Vaginose.